Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI bersiap menjalankan kebijakan zero Over Dimension Over Loading (ODOL) alias truk dengan dimensi dengan kelebihan dimensi dan muatan pada 1 Januari 2027.
Menanggapi kebijakan truk ODOL, Direktur Utama PT Lookman Djaja Logistics, Kyatmaja Lookman menilai bahwa patokan nan sudah direncanakan sejak lama ditujukan untuk mewujudkan sistem transportasi logistik nan kondusif dan berkeselamatan. Meski demikian terdapat sejumlah tantangan penerapan patokan Zero ODOL mengenai dampaknya pada kenaikan biaya transportasi sebesar 5-10%.
Di sisi lain, industri logistik menyoroti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 nan berakibat pada daya saing upaya sektor logistik dan pergudangan. Dimana kebijakan ini mempengaruhi kalkulasi perpajakan hingga perubahan kepengurusan izin nan bakal mempersulit pelaku usaha.
Dalam menghadapi beragam tantangan upaya logistik, PT Lookman Djaja Logistics menerapkan sejumlah strategi untuk menopang pertumbuhan bisnis, termasuk mendorong transformasi teknologi digitalisasi lewat pemanfaatan Transportation Management System (TMS) hingga Internet of Things (IoT).
Seperti apa strategi upaya dan tantangan industri logistik RI? Selengkapnya simak perbincangan Bunga Cinka dengan Direktur Utama PT Lookman Djaja Logistics, Kyatmaja Lookman dalam Evening Up, CNBC Indonesia (Selasa, 11/05/2026)
Add
source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·