Video: BI Pastikan Rupiah Baik-baik Saja, 3 Indikator Ini Jadi Bukti

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia berbareng Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Forum ini bakal mengupas tuntas respons Indonesia dan otoritas moneter menghadapi tantangan dunia sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan dan perspektif positif pasar.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan kembali posisi nilai tukar Rupiah dalam kondisi baik. Dari sisi Inflasi terjaga di 3,8% dengan neraca perdagangan tetap kuat serta nomor persediaan devisa bisa mencukupi

Sementara Direktur Strategis Stabilitas Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan RI, Noor Faisal Achmad memastikan APBN sehat untuk menopang pertumbuhan ekonomi RI didukung penerimaan pajak tumbuh 10,5% di awal tahun meski shopping Q1-2026 melonjak.

Kemenkeu juga memastikan APBN tetap bisa untuk membiayai sektor daya di tengah lonjakan nilai daya global. sementara dalam pengelolaan utang negara di tengah kenaikan yield obligasi negara, Kemenkeu mempunyai strategi prudent dan efisien.

Di sisi lain, Chief Economist BCA, David Sumual menyebut pelemahan nilai tukar nan dialami oleh kebanyakan mata duit termasuk Rupiah lantaran konsentrasi pasar dalam jangka pendek utamanya mengenai nilai minyak. Hal ini membikin penanammodal asing melakukan capital outflow di ekuitas dan SBN meskin di SRBI justru mencatatkan capital inflow sehingga bisa menjadi alas bagi cadev dan Rupiah.

Selain itu juga butuh langkah pembenahan jangka panjang seperti nan dilakukan Tiongkok nan mengembangkan EBT menekan daya fosil.

Sementara Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menyampaikan pandangan terhadap parameter ekonomi nan kudu diperhatikan pemerintah dan otoritas moneter di tengah tekanan nilai tukar Rupiah dan gejolak ekonomi dunia 2026 nan mengenai kondisi sektor ril hingga kondisi fiskal dan keuangan.

Jika dibandingkan krisis 1998 maupun Covid-19, salah satu kondisi sektor ril di tengah perang AS Vs Iran pada tahun 2026 nan kudu dijaga adalah daya beli kelas menengah nan sempat mengalami tekanan. Selain itu tata kelola fiskal juga kudu diperhatikan untuk menjaga kepercayaan penanammodal ke RI

Selengkapnya simak perbincangan Syarifah Rahma dengan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea berbareng Direktur Strategis Stabilitas Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan RI, Noor Faisal Achmad dan Chief Economist BCA, David Sumual serta Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal dalam Central Banking Forum 2026, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News