Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras memastikan upaya dapur MBG dalam menjamin standar gizi produksi sehingga kasus keracunan makanan MBG tidak terulang kembali.
APPMBGI mencatat saat ini 52,2% dapur MBG nan memenuhi standarisasi dapur oleh lantaran untuk mengakselerasi pemenuhan standar dapur SPPG maka APPMBGI melakukan pendampingan. Guna mencegah keracunan, bakal dibangun konsep suplai logistik bahan baku memenuhi standar kualitas dan lolos quality control melalui kerjasama APPMBGI dengan pemerintah ialah Bulog hingga Bappanas.
Di sisi lain dapur MBG disebut telah menyumbang 2% terhadap MBG dimana SPPG telah memberdayakan ekonomi lokal lewat beragam transaksi pangan meski kadang menyebabkan kelangkaan sejumlah komoditas pangan. Oleh lantaran itu APPMBGI mendorong SPPGI mempunyai rantai pasok sendiri sehingga tidak mengganggu stok di pasar.
Selengkapnya simak perbincangan Syarifah Rahma dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026)
Add
source on Google
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·