Ayah Korban Penembakan Papua Klarifikasi: TNI Tak Terlibat Kematian Putri Saya

Sedang Trending 13 jam yang lalu
Pendeta Anton Wamang, ayah Nalince Wamang, korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah memberikan pernyataan mengenai tertembaknya putrinya. Foto: Dok. Kogabwillhan III

Pendeta Anton Wamang, ayah dari Nalince Wamang, memberikan penjelasan atas kematian putrinya nan disebut sebagai korban penebmbakan di wilayah Camp Wini MP.69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sebelumnya, Anton sempat menyebut ada oknum TNI nan terlibat sebagai pelaku penembakan putrinya. Lantas, Anton membikin penjelasan atas peristiwa itu.

Video penjelasan Anton diterima kumparan usai dibagikan oleh Dinas Penerangan Komando Operasi HABEMA, pada Sabtu (16/5). Anton mengaku, pernyataan nan sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan jiwa akibat kehilangan putri tercintanya.

Ia menegaskan bahwa rasa duka nan begitu mendalam membikin dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak nan bertanggung jawab atas kejadian tragis tersebut.

“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lampau ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan nan rupanya belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” ungkap Anton dengan bunyi lirih, Sabtu, (16/5).

Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah guru nan menjadi korban pembunuhan oleh golongan bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (23/03/2025). Foto: Dok. Dispenad

Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan tetap berlangsung, Anton menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga sekarang belum dapat dipastikan.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut tetap didalami oleh abdi negara TNI, Polri, serta pihak mengenai lainnya, guna mengungkap kebenaran sebenarnya secara objektif dan transparan.

“Melalui kesempatan hari ini, saya mau meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan tetap dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya sekaligus berambisi seluruh pihak dapat menghormati proses norma nan sedang berjalan.

“Sehingga saya menarik kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian putri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita bakal melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Anton menegaskan bahwa family tetap menginginkan keadilan bagi almarhumah Nalince Wamang. Ia berambisi pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai norma nan berlaku, tanpa memandang siapa pun pihak nan terlibat.

“Kami family berambisi pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berasas norma nan berlaku. Saya juga memohon maaf andaikan ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan nan saya sampaikan,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan