Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai nan Berkelanjutan Ilustrasi(Dok Istimewa)

FKS Group berbareng Pelindo Multi Terminal melanjutkan program pemberdayaan masyarakat nan sekarang memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, berdikari dan mempunyai daya saing nan lebih kuat.

Mengangkat semangat Empowering Potential, Building Expertise dan Creating Impact, kerjasama ini berfokus pada penguatan keahlian praktis sekaligus peningkatan kapabilitas upaya masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan dikawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan sasaran lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta.

Program ini datang di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya nan terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87% pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. 

Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit upaya dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui program kerjasama ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh nan higienis sesuai dengan standart legal dan beragam produk penemuan berbasis kedelai, training pembukuan sederhana, kreasi bungkusan produk, pendampingan pengurusan legalitas upaya seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus bersambung di masyarakat.

VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan bahwa FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka kesempatan ekonomi nan lebih luas bagi masyarakat, khususnya wanita pelaku UMKM.

“Melalui FKS Empower, kami mau menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri dan mengembangkan upaya nan berkelanjutan. Kami percaya, ketika wanita diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan nan membawa akibat positif bagi keluarga, organisasi dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. 

Senada itu, VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan angan agar program ini dapat terus memberikan faedah bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara berdikari dan memberi akibat positif ke sekitarnya.

“Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga organisasi nan telah mendapat faedah dapat turut serta memberi penemuan dan faedah bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” ujar Zulhendri.

Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah melangkah sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, ialah Kel. Romokalisari, Kel. Tambak Osowilangun, Kel. Tambak Sarioso, dan Desa Karangkiring.

Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan golongan tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta.

Beragam produk inovatif juga sukses dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga beragam produk turunan kedelai lainnya.

Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis organisasi melalui pemanfaatan bahan pangan nan dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya nan semakin terdorong oleh penemuan produk dan penguatan kapabilitas pelaku upaya lokal.

Sektor UMKM adalah tulang punggung ekonomi Surabaya. Hingga Tahun 2025 terdapat +106.000 UMKM nan aktif dan terdata secara resmi oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

Pada 2026 Pemerintah Kota Surabaya menargetkan sebanyak 5.250 UMKM untuk mendapatkan intervensi mulai dari pelatihan, pemasaran hingga pendampingan, serta legalitas produk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program nan sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapabilitas UMKM agar semakin naik kelas dan berkekuatan saing. 

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk kerjasama strategis antara PT Pelindo Multi Terminal dan FKS Group, nan didampingi oleh PT Sahabat Investasi Indotama alias Social Investment Indonesia. Inilah bukti nyata sinergi antara bumi upaya dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya adalah melalui dorongan penemuan produk nan dilakukan, produk tempe, tahu alias olahan kedelai lainnya nan berasal dari letak bimbingan mempunyai nilai tambah nan tinggi dan dapat berkekuatan saing dunia alias go internasional,” kata Eri. 

Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak faedah dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak perihal nan sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari langkah mengelola usaha, membikin bungkusan produk nan lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan upaya ke depannya,” kata Dessy.

Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group berbareng Pelindo  Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM bimbingan mempunyai kesempatan lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. 

Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal nan lebih mandiri, inovatif, dan bisa memberikan akibat ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia