BPDP dan Aspekpir Dorong Ketahanan Pangan Lewat UMKM Sawit di Paser

Sedang Trending 5 jam yang lalu
BPDP dan Aspekpir Dorong Ketahanan Pangan Lewat UMKM Sawit di Paser Para peserta training praktik pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak.(Dok.Istimewa)

BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berbareng Aspekpir Indonesia mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan UMKM berbasis sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 12-13 Mei 2026.

Program tersebut diwujudkan melalui aktivitas praktik pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak untuk mendukung program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA), serta pembuatan biochar dan pemanfaatan tandan kosong sawit skala UMKM.

Kegiatan nan dipusatkan di Desa Sawit Jaya itu diikuti ratusan peserta nan terdiri atas petani sawit plasma, perwakilan koperasi petani sawit, serta pelaku UMKM dari beragam wilayah di Kabupaten Paser.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, mengatakan training tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta lantaran dinilai bisa membuka kesempatan upaya baru berbasis limbah sawit.

“Kegiatan workshop training pembuatan pakan ternak berbahan baku sawit di Kabupaten Paser berjalan hangat dan penuh antusias,” kata Djoko.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Paser mengapresiasi support BPDP dalam pengembangan sektor sawit rakyat, mulai dari program peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, hingga training bagi petani.

Menurut Djoko, Kabupaten Paser merupakan wilayah pertama di Kalimantan Timur nan mengembangkan perkebunan sawit rakyat sejak 1980-an. Saat ini, ribuan hektare kebun sawit tua di wilayah tersebut telah mengikuti program PSR.

“Pemerintah wilayah berambisi adanya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani agar kesejahteraan petani sawit terus meningkat melalui beragam program pembinaan, pelatihan, dan kemitraan nan berkelanjutan,” ujarnya.

PERKUAT PERAN
Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, menegaskan BPDP terus memperkuat perannya dalam pembangunan sektor sawit nasional melalui beragam program strategis nan berakibat langsung bagi masyarakat.

“Dana nan dihimpun dari pungutan ekspor kelapa sawit dikembalikan untuk kepentingan rakyat melalui program-program pengembangan dan pemberdayaan nan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Anwar.

Ia menjelaskan BPDP mempunyai sejumlah program unggulan, salah satunya program Peremajaan Sawit Rakyat dengan support pendanaan hingga Rp60 juta per hektare guna meningkatkan produktivitas petani.

Selain itu, BPDP juga menjalankan program danasiwa sawit untuk mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan, serta mendukung riset dan hilirisasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional.

Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Timur, Aliyadi, mengapresiasi support BPDP terhadap aktivitas pemberdayaan petani sawit melalui pengembangan UMKM berbasis biomassa sawit.

“Kegiatan pembuatan biochar maupun pakan ternak dari daun sawit, serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA), merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kapabilitas petani sawit plasma,” ujarnya.

Menurut dia, penemuan pengolahan biomassa sawit menjadi produk berbobot ekonomi seperti biochar, pakan ternak, dan pemanfaatan tandan kosong sawit menjadi solusi berkepanjangan nan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga lingkungan. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia