Usai Negosiasi Buntu, Pakistan Minta AS-Iran Tahan Diri Jaga Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
JD Vance berbincang dengan Asim Munir, Mohsin Raza Naqvi, dan Mohammad Ishaq Dar setibanya untuk pembicaraan di Islamabad, Sabtu (11/4/2026). Foto: Jacquelyn Martin/POOL/AFP

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap menahan diri dan menjaga gencatan senjata usai negosiasi di Islamabad berhujung buntu pada Minggu (12/4).

Seruan ini muncul setelah pembicaraan maraton selama 21 jam kandas menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Dikutip AFP, Dar menegaskan komitmen terhadap gencatan senjata menjadi kunci untuk mencegah eskalasi bentrok nan lebih luas di kawasan.

"Sangat krusial bagi para pihak untuk terus mematuhi komitmen mereka terhadap gencatan senjata," kata Dar dalam pernyataan nan disiarkan media pemerintah Pakistan.

Pakistan diketahui berkedudukan sebagai mediator dalam perundingan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran, nan menjadi kontak langsung pertama kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Meski negosiasi kandas mencapai kesepakatan, Dar menegaskan Islamabad tidak bakal berakhir mendorong perbincangan antara kedua pihak.

"Pakistan telah dan bakal terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan perbincangan antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, Reuters melaporkan negosiasi berhujung tanpa hasil setelah kedua pihak berbeda tajam, terutama mengenai rumor program nuklir Iran dan tuntutan masing-masing pihak.

Kebuntuan ini menambah ketidakpastian terhadap gencatan senjata dua pekan nan sebelumnya disepakati, di tengah bentrok nan telah mengguncang area dan berakibat pada stabilitas ekonomi global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan