Kebakaran di Dekat Stasiun Depok: Belasan Kios Hangus, Damkar Sempat Kesulitan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kebakaran melanda gerai nan berada Kampung Lio, Kota Depok dekat Stasiun Depok pada Minggu (14/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kebakaran melanda gerai nan berada Kampung Lio, Kota Depok dekat Stasiun Depok pada Minggu (14/6) sore. Belasan gerai semi permanen pun gosong terbakar.

Petugas Damkar Depok sempat kesulitan pasokan air saat memadamkan api nan sigap membesar.

Komandan Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Depok, Tesy Haryati, menjelaskan pihaknya menerima laporan pukul 17.31 WIB lewat jasa darurat 112.

“Laporan masuk pukul 17.31 WIB dari 112. Sebagai respons awal, kami langsung menerjunkan 3 unit armada pemadam ke lokasi,” ujar Tesy, Minggu (14/6).

Tiga armada awal berasal dari Mako Kota Depok, Pos Merdeka, dan Pos Wali Kota, dengan total 12 personel. Namun petugas menghadapi hambatan lantaran banyaknya gedung semi permanen membikin api sigap merambat.

“Sumber air di sekitar letak agak sulit. Sumber air terdekat nan bisa kami maksimalkan hanya dari Setu Rawa Besar,” jelas Tesy.

Untuk mempercepat pemadaman, Damkar Depok mengirim support satu unit armada berkapasitas 8.000 liter dari UPT Cimanggis.

Hingga sekarang petugas tetap berupaya melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman warga. Tesy memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk total kerugian tetap dalam proses penyelidikan, lantaran laporan di lapangan menunjukkan ada tempat rongsok juga nan ikut terbakar,” pungkasnya.

Kebakaran melanda gerai nan berada Kampung Lio, Kota Depok dekat Stasiun Depok pada Minggu (14/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sementara, salah seorang warga, Romlah (60 tahun), mengungkapkan kebakaran diduga bermulai dari gerai laundry di areal tersebut.

“Saya lagi jalan ke Kampung Sawah, sebelum (kebakaran), tetap sepi, hanya ada beberapa orang duduk-duduk di deket kios,” kata Romlah di lokasi.

Romlah mendapat berita rumahnya terbakar dari tetangga dan langsung bergegas pulang lantaran suami dan anaknya sedang tidur di rumah.

“Namanya mau jual beli malam, takutnya kenapa-kenapa,” ujar Romlah nan berdagang nasi goreng di area itu.

Menurutnya, api sigap membesar lantaran gerai semi permanen dan banyak peralatan mudah terbakar.

“Saya sampai rumah api sudah tinggi, hanya beda beberapa kios, alhamdulillah tidak kena, tapi saya bawa barang-barang keluar, takut ngerembet,” tuturnya.

Romlah menyebut beberapa gerai sedang kosong ditinggal pemiliknya sehingga tidak ada antisipasi saat api tetap kecil.

“Laundry juga sedang pada pergi lagi, jika lagi ada mungkin tidak sampai kaya gini. Warga juga hanya padamkan api pakai perangkat seadanya,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan