Urai Antrean, 25 SPBU Pertamina di Makasar Beroperasi 24 Jam

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 16 titik SPBU nan beraksi selama 24 jam di Kota Makassar, melengkapi 11 SPBU nan sebelumnya telah menerapkan jasa 24 jam.

Penambahan waktu operasional ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM sekaligus mempercepat pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan daya di sejumlah wilayah.

Perpanjangan jam jasa menjadi salah satu langkah Pertamina dalam merespons dinamika antrean BBM nan terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dalam tiga bulan terakhir, antrean tetap terlihat di sejumlah SPBU, sementara dalam dua hingga tiga hari terakhir peningkatan kepadatan turut terjadi pada penyaluran Pertalite.

Di sisi lain, kebutuhan Solar JBT mengalami peningkatan sekitar 10-15% pada periode Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran nan turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU 24 jam diharapkan memberi pilihan waktu nan lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan pengisian BBM.

"Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan," ujar Lilik dalam siaran persnya, Kamis (10/9/2026).

- Marshalling pada SPBU dengan antrean padat untuk mengarahkan kendaraan ke SPBU lain nan mempunyai antrean lebih landai.

- Penambahan alokasi BBM sebesar 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah alias SPBU nan membutuhkan.

- Optimalisasi armada mobil tangki dan penyesuaian pola pengedaran untuk mempercepat pengiriman ke SPBU.

- Pengawasan transaksi BBM bersubsidi, termasuk pemblokiran 6.023 nomor polisi nan terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.

"Berbagai langkah ini melangkah secara bersamaan. Kami memandang kondisi setiap wilayah dan SPBU berasas kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif," jelas Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan. Pembelian secara wajar membantu menjaga kelancaran pengedaran serta memberikan kesempatan bagi pengguna lainnya untuk mendapatkan pelayanan.

"Kami membujuk masyarakat menggunakan daya secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan pengedaran terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU nan beraksi 24 jam," kata Lilik.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News