Dalam operasi hari keempat, tim SAR membagi perairan Selat Sunda ke dalam empat sektor pencarian agar penyisiran dapat dilakukan secara berbarengan oleh sejumlah armada.
Sektor A mempunyai luas 1.026 NM² dan menjadi wilayah pencarian KRI Kerambit 627, KP Sanjaya, serta KAL Pahawang.
Kemudian Sektor B dengan luas 1.020 NM² disisir oleh KRI Leuser, KAL Anyer, dan TB Gunung Santri.
Sementara Sektor C mempunyai luas 585 NM² dan menjadi area penyisiran KN SAR Basudewa serta RIB Lampung.
Adapun Sektor D juga mempunyai luas 585 NM². Selain itu, tim SAR menetapkan sektor unik seluas 27,7 NM² nan disisir menggunakan RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka.
"Pembagian sektor ini dilakukan agar pencarian dapat berjalan lebih terarah dan setiap unsur SAR mempunyai wilayah penyisiran masing-masing," kata Deden.
Belasan armada dikerahkan dalam operasi pencarian hari keempat. Di antaranya KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB Lampung, KAL Pahawang, KAL Anyer, RBB P Peucang, KP Hayabusa, TB Gunung Santri, hingga KRI Lepu.
Menurut Deden, luasnya wilayah pencarian nan mencapai ribuan nautical mile persegi membikin operasi kudu dilakukan secara simultan dengan melibatkan beragam unsur SAR dari laut maupun darat.
"Operasi dilakukan secara simultan dengan mengerahkan unsur laut dan darat. Penyisiran terus dilakukan berasas area nan telah ditentukan dalam rencana operasi," tandasnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·