Update Gempa NTT: 175.909 Orang masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 175.909 Orang tetap Bertahan di Lokasi Pengungsian Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan(MI/Palce Amalo)

JUMLAH pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kembali berkurang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi turun sebanyak 712 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penurunan jumlah pengungsi terjadi di Kabupaten Sikka.

“Adapun info pengungsi nan kami peroleh saat ini, hingga hari ini kami ketambahan penurunan dari jumlah pengungsi nan terjadi sebesar 712 orang. Penurunan ini terjadi di Kabupaten Sikka, sehingga jumlah nan saat ini mengungsi ada 175.909 jiwa,” kata Berton dalam keterangan pers, Jumat (28/8).

Menurut dia, para pengungsi tersebut tersebar di letak pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri. BNPB mengimbau penduduk nan tetap merasa takut kembali ke rumah agar memanfaatkan pengungsian terpusat.

Di letak pengungsian terpusat, kata Berton, pemerintah lebih mudah memberikan jasa dasar kepada warga, mulai dari jasa kesehatan, dapur umum, permakanan, air bersih hingga akomodasi mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Sehingga kami tetap menghimbau kiranya andaikan tetap takut untuk kembali ke rumah masing-masing, dapat juga masuk ke pos pengungsian nan terpusat, di mana bakal dilayani di sana nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, aktivitas gempa susulan tetap terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat sebanyak 8.794 kali gempa susulan hingga Jumat (28/8).

Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 6,2, sedangkan nan terkecil bermagnitudo 1. Sebanyak 152 gempa susulan di antaranya dirasakan masyarakat.

BNPB menyebut gempa susulan tetap diperkirakan berjalan selama sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

Di sisi lain, jumlah korban meninggal bumi hingga Jumat belum mengalami penambahan dan tetap tercatat sebanyak 111 orang. Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 45 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 38 jiwa dan Nagekeo 13 jiwa.

Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 56,4% korban meninggal merupakan wanita dan 43,6% laki-laki. Sementara berasas golongan usia, lansia mendominasi dengan 45%, disusul golongan dewasa 37%, anak-anak dan remaja 12%, serta balita sekitar 5%. (PO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia