Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2026 |16:44 WIB

Gempa M7,7 NTT (Foto: BNPB)
JAKARTA - Sebanyak 70 orang meninggal bumi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 nan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan total korban nan telah terdata mencapai 202 orang. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal bumi dan 132 orang terluka.
“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB telah kami kompulir total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal bumi 70 orang dan luka-luka 132 orang, nan kami catat. Kemudian luka berat 40, luka ringan 92,” ungkap Yudhi dalam konvensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026).
Memasuki hari keempat penanganan, Yudhi mengatakan Basarnas berbareng tim SAR di lapangan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak gempa. Penyisiran dilakukan setelah berasas laporan nan diterima tidak ada lagi penduduk nan dilaporkan lenyap alias tetap dalam pencarian.
“Sampai dengan hari ini hari keempat pagi tadi sampai dengan hari ini dan aktivitas nan telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah nan terdampak lantaran pada sampai dengan kemarin hari ketiga itu relatif operasi nan kita laksanakan hanya tinggal penyisiran lantaran berasas laporan alias masukan dan info dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka tetangga rekan nan tercatat tetap dalam pencarian,” katanya.
Menurut Yudhi, tim SAR nan berada di lapangan kemudian difokuskan untuk membantu proses penyisiran serta mendukung aktivitas pencarian dan pemulihan nan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sehingga tim SAR nan ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses penyelenggaraan aktivitas pencarian dan pemulihan nan dilaksanakan oleh BNPB,” ujarnya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·