Jakarta -
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat (Jabar) tidak hanya sekadar menandakan pertambahan usia semata. Momen ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk terus meningkatkan mutu jasa publik di beragam sektor strategis.
Pembangunan prasarana khususnya jalan raya merupakan salah satu program utama Pemprov Jabar saat ini. Target utamanya adalah menyediakan jalan leucir namalain mulus dan nyaman demi mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar Agung Wahyudi merinci progres pembangunan jalan nan telah berjalan. Hingga 9 Agustus 2026, sepanjang 43,589 kilometer jalan kewenangan Pemprov Jabar telah selesai diperbaiki dari total sasaran 149,801 kilometer tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek perbaikan ini turut mencakup pelebaran 2,25 kilometer jalan nan dilengkapi sistem drainase dan marka jalan. Tahun ini, Pemprov Jabar juga menargetkan 47 paket penggantian jembatan, empat gedung pelengkap, serta masing-masing satu flyover dan underpass.
Pada 2026, Pemprov Jabar juga tengah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nan berkelanjutan. Kajian ini bermaksud menyeimbangkan aspek pembangunan dengan kelestarian lingkungan hidup.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemprov Jabar juga terus mengupayakan agunan perlindungan bagi seluruh masyarakat. Tercatat sebanyak 50.590.681 penduduk Jabar alias sekitar 96,90 persen telah terlindungi BPJS Kesehatan per 1 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi menargetkan kepesertaan BPJS Kesehatan menembus nomor 99 persen pada tahun 2029 mendatang. Pihaknya sekarang tengah menyiapkan support anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbareng pemerintah kabupaten/kota.
Vini menegaskan Pemprov Jabar bakal terus berupaya meningkatkan standar pelayanan medis di daerah.
"Kami pun meningkatan mutu jasa di akomodasi pelayanan kesehatan agar pasien BPJS mendapatkan jasa terbaik," kata Vini pada keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Pada sektor pendidikan, Pemprov Jabar berencana membangun dan mengembangkan satuan pendidikan baru pada 25 lokasi. Lokasi pembangunan Unit Sekolah Baru dan Unit Gedung Baru ini tersebar di beragam kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Beberapa wilayah sasaran mencakup Pangandaran, Depok, Bogor, Bekasi, Cimahi, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Bandung, Cirebon, hingga Purwakarta. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Purwanto menjelaskan tujuan utama dari masifnya program ekspansi sekolah negeri ini.
Langkah ini diambil demi menambah daya tampung sekolah sekaligus memperluas jangkauan jasa pendidikan. Pemprov Jabar juga mengebut proyek pembangunan 203 ruang kelas baru di 102 sekolah pada tahun ini.
Rincian pembangunan akomodasi baru ini meliputi 114 ruang jenjang SMA, 67 ruang SMK, dan 22 ruang SLB.
"Selain itu, dilakukan rehabilitasi sedang/berat pada 58 sekolah dengan total 114 ruang kelas, terdiri dari 75 ruang SMA, 24 ruang SMK dan 15 ruang SLB," pungkas Purwanto.
(akd/ega)
12 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·