BMKG mencatat hingga Jumat (28/8) pukul 05.00 WIB, sebanyak 8.794 gempa bumi susulan setelah gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
“Total gempa bumi susulan ialah 8.794 (kali),” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan nan diterima kumparan, Jumat (28/8).
Gempa susulan terbesar nan tercatat mencapai 6,2 magnitudo, sedangkan magnitudo terkecil ialah 2,2 magnitudo.
Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan. Namun, dalam 24 jam terakhir sempat terjadi sedikit kenaikan aktivitas.
“Aktivitas gempa susulan mulai nampak pola penurunan meskipun 24 jam terakhir sempat mengalami sedikit kenaikan,” ujarnya.
Dalam periode 24 jam terakhir, BMKG mencatat 6 kejadian gempa nan dirasakan oleh masyarakat. Dan diperkirakan tetap bakal berlangsung.
“Gempa susulan diperkirakan berjalan sekitar 3-4 minggu,” kata Wijayanto.
Lebih lanjut dia mengatakan, pembaruan aktivitas gempa susulan bakal diperbarui oleh BMKG setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB melalui kanal media sosial resminya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT alias sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan awal tsunami untuk sejumlah wilayah, ialah Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·