Keluarga Winda Lorenza Gowasa, nan merupakan mantan istri polisi berkedudukan brigadir berinisial ISH, menggelar tindakan 1.000 lilin untuk memperingati kematian Winda, Jumat (28/8). Winda meninggal bumi diduga bunuh diri pada Minggu (2/8).
Pantauan kumparan di lokasi, tampak massa dari family Winda menyalakan lilin dan menghiasi bingkai foto Winda dengan kembang mawar berwarna putih.
Ibu Winda, Yestin Laia, tak tahan menahan air mata. Ia berulang kali menyebut nama Tuhan Yesus untuk meminta pertolongan agar penyebab kematian anaknya dibuka terang benderang. Ia meyakini bahwa anaknya bukan bunuh diri.
"Anakku bukan bunuh diri, Yesus perhatikan setiap tetesan air mata," kata Yestin di depan Pos Bloc, Kota Medan, Jumat (28/8).
Aksi tenteram itu dilakukan oleh family untuk mengenang dan mendoakan Winda Lorenza Gowasa.
Keluarga juga menuntut agar jenazah Winda diekshumasi alias diautopsi ulang secara mandiri.
Penasihat norma Winda, Utreck Richardo Siringoringo, mengatakan bahwa pihaknya meminta agar jenazah Winda diautopsi kembali dan meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan.
"Kita minta dilakukan secepatnya ekshumasi alias autopsi ulang, dan kelak kita buat itu ada master dari kita pembanding dan alias kelak nan bisa menganalisis. Kita mintakan laporannya ditarik ke Polda Sumut dan kemudian penyidikannya transparan. Lalu tambahan adalah hasil dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada saat itu menyampaikan membuka info seluas-luasnya," kata Richardo.
Lampu di Lokasi Aksi Mati
Saat tindakan tengah berlangsung, lampu jalan di Lapangan Merdeka, nan sebelumnya menjadi penerangan aksi, tiba-tiba padam sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, lampu jalan di sisi lain tetap menyala. Kemudian, jaringan penyedia internet di sekitar letak tindakan tenteram tersebut juga tiba-tiba hilang.
Richardo mempertanyakan peristiwa matinya lampu tersebut. Ia mengatakan sudah melaporkannya ke pihak Dinas Perhubungan Kota Medan.
"Bisa tiba-tiba lampu nan di belakang saya di Lapangan Merdeka padam dan padamnya juga kita sudah konfirmasi. Tadi ada beberapa rekan-rekan dari Dinas Perhubungan sudah kita sampaikan, mereka menyampaikan bakal segera berkoordinasi. Namun, faktanya sampai hari (saat) ini lampu tidak hidup," ujar Richardo.
Polisi Pastikan Mantan Istri Polisi Bunuh Diri Pakai Senpi
Sebelumnya, Polrestabes Medan memastikan seorang wanita berinisial WLG nan tewas di rumahnya dipastikan bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, nan merupakan personil polisi berkedudukan brigadir berinisial ISH.
Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berbareng tim Inafis. Di dalam bilik mandi tersebut ditemukan senjata api dan hasil autopsi pada korban ditemukan residu di tubuh korban.
"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi nan dilakukan oleh master autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).
Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan di tubuh ISH dan tidak ditemukan sisa residu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya ditemukan jejak satu luka tembakan pada bagian kepala.
"Di sini didapati bahwa dari keterangan para ahli, nan pertama adalah master forensik nan melakukan autopsi bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan alias bekas-bekas apa pun, barang tumpul, barang tajam nan melukai korban," ucap Calvijn.
"Hanya ada satu luka tembak nan berada di bagian kepalanya, nan dilakukan bunuh diri seperti nan saya jelaskan tadi, dikuatkan dengan dua saksi ISH dan anak," lanjutnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·