Untar Dorong Riset Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Untar Dorong Riset Kampus Berdampak bagi Masyarakat Ilustrasi(Dok Untar)

UNIVERSITAS Tarumanagara (Untar) mendorong penelitian perguruan tinggi tidak berakhir pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan penemuan dan program nan memberi akibat nyata bagi masyarakat. Upaya itu diperkuat melalui pengembangan golongan riset multidisiplin dan ekspansi kerjasama antarkampus.

Agenda tersebut menjadi salah satu pembahasan Untar dalam pertemuan terpisah dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Surabaya, 3–4 September 2026. Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari studi banding terhadap praktik baik pengelolaan riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bahan pengembangan kebijakan dan program Untar menuju perguruan tinggi nan semakin berdampak.

Untar melalui Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar mengatakan, tantangan perguruan tinggi saat ini bukan sekadar meningkatkan jumlah penelitian dan publikasi, melainkan memastikan hasilnya dapat dikembangkan menjadi penemuan dan solusi atas persoalan masyarakat.

“Publikasi tetap menjadi bagian krusial dari aktivitas akademik. Namun, penelitian juga perlu diarahkan agar menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan program nan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kerjasama lintas perguruan tinggi dan disiplin pengetahuan perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, Kamis (3/9/2026), salah satu rumor nan dibahas adalah penguatan jurnal nasional menuju jurnal bereputasi internasional. Pengembangan jurnal tidak hanya berjuntai pada pemenuhan administrasi, tetapi juga konsistensi kualitas artikel, kebaruan penelitian, ketepatan metode, penggunaan bahasa akademik, serta proses penelaahan sejawat alias peer review nan ketat.

Pembahasan juga mengarah pada perlunya menghubungkan jurnal dengan golongan riset, program studi, kekayaan intelektual, pengabdian kepada masyarakat, dan hilirisasi penelitian. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam penelitian dan penulisan ilmiah untuk memperkuat budaya akademik sejak masa pendidikan.

Pertemuan berikutnya dengan Direktorat Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unusa, Jumat (4/9/2026), membahas pengembangan ekosistem riset, publikasi internasional, pusat dan golongan riset, serta kesempatan kerjasama tridharma.

Salah satu praktik nan dipelajari adalah One Person One Scopus International (OPOSI) nan dikembangkan Unusa. Program tersebut mendorong pengajar menghasilkan manuskrip bagi jurnal internasional terindeks Scopus melalui klinik jurnal, training penulisan, pemilihan jurnal, dan pendampingan mentor internal.

Untar dan Unusa juga menjajaki pengembangan wilayah alias pesantren bimbingan sebagai ruang kerjasama penelitian dan pengabdian multidisiplin. Sejumlah persoalan masyarakat dapat menjadi fokus, antara lain kesehatan mental, perundungan, penyakit menular, pendidikan, pelayanan kesehatan promotif dan preventif, serta pemberdayaan ekonomi.

Menurut Kepala LPPM Untar, model kerjasama semacam itu memungkinkan kepakaran dari beragam disiplin pengetahuan dipertemukan untuk menjawab persoalan masyarakat secara lebih komprehensif.

“Kolaborasi tidak semestinya berakhir pada pertukaran gagasan. Kami mau mendorong lahirnya riset bersama, publikasi, inovasi, dan program pengabdian nan mempunyai akibat terukur,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Untar bakal memperkuat jurnal prioritas dan standar editorial, mengembangkan Klinik Artikel, memetakan kepakaran dosen, serta membentuk golongan riset multidisiplin. Untar juga menjajaki pembentukan konsorsium perguruan tinggi serta kerja sama pengembangan wilayah alias pesantren binaan.

Hasil studi banding dan penjajakan kerjasama tersebut diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan ekosistem riset Untar. Langkah ini sejalan dengan kebijakan universitas nan menempatkan penelitian, inovasi, dan kerjasama sebagai bagian krusial penguatan tridarma sekaligus menghadirkan kontribusi nan dapat dirasakan masyarakat.

Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. menyatakan, penguatan penelitian dan kerjasama menjadi bagian dari langkah Untar dalam membangun ekosistem akademik nan produktif dan berdampak.

“Untar mendorong pengajar dan mahasiswa menghasilkan riset berbobot dan berfaedah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan beragam perguruan tinggi dan mitra terus diperkuat agar hasil riset berkembang menjadi penemuan nan berakibat lebih luas,” tegasnya.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia