Ilustrasi(magnifik)
Olahraga merupakan aktivitas bentuk nan dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Salah satu olahraga nan banyak digemari adalah lari, lari jarak jauh memerlukan daya tahan bentuk dan asupan cairan nan cukup.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi krusial dilakukan selama berolahraga lantaran cairan berkedudukan dalam menjaga performa, keamanan, dan kenyamanan tubuh. Durasi olahraga nan panjang dan keluarnya keringat dapat membikin tubuh kehilangan cairan.
Karena itu, pelari jarak jauh perlu memperhatikan tidak hanya asupan air, tetapi juga elektrolit nan ikut lenyap selama berolahraga. Kebutuhan tersebut dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada lama aktivitas dan banyak keringat nan dikeluarkan.
Mengenal Elektrolit
Elektrolit adalah mineral nan mempunyai muatan listrik ketika dilarutkan dalam air alias cairan tubuh, termasuk darah. Elektrolit dapat mempunyai muatan positif maupun negatif dan terdapat dalam darah, urine, jaringan, serta beragam cairan tubuh lainnya.
Elektrolit mempunyai peran krusial dalam menjaga beragam kegunaan tubuh. Beberapa kegunaan tersebut meliputi:
- Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh serta membantu mengatur kadar masam dan basa (pH).
- Mendukung kerja sel, otot, dan saraf, termasuk membantu membawa nutrisi ke dalam sel dan membuang limbah dari sel.
- Menjaga kegunaan jantung dan tekanan darah, termasuk membantu mempertahankan debar dan irama jantung tetap stabil.
- Menunjang kesehatan tulang dan gigi.
Beberapa elektrolit utama nan dibutuhkan tubuh antara lain natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, fosfat, dan bikarbonat. Elektrolit tersebut dapat diperoleh dari makanan dan cairan nan dikonsumsi sehari-hari.
Elektrolit bisa diperoleh dari makanan
Elektrolit seperti natrium dan kalium dibutuhkan tubuh untuk menjaga hidrasi, volume darah, serta kegunaan saraf dan otot. Elektrolit dapat diperoleh dari beragam makanan dan minuman nan dikonsumsi sehari-hari.
- Natrium: dapat diperoleh dari makanan nan mengandung garam, seperti roti dan makanan lainnya. Namun, asupan natrium tetap perlu diperhatikan lantaran konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah alias hipertensi. Sebagian besar natrium dalam makanan berasal dari makanan bungkusan dan makanan restoran.
- Kalium: banyak ditemukan secara alami dalam sayuran, buah-buahan, makanan laut, dan produk susu. Sumber kalium antara lain pisang, jeruk, melon, kentang, ubi jalar, bayam, dan brokoli.
- Sumber elektrolit lainnya: buah-buahan, sayuran hijau, ikan berlemak, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga dapat membantu memenuhi kebutuhan elektrolit dan mineral tubuh.
Kebutuhan elektrolit juga dapat diperoleh dari minuman olahraga, tablet, alias serbuk elektrolit. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan lantaran beberapa produk dapat mengandung gula dan kafein dalam jumlah tinggi.
Sumber: MedlinePlus, Centers for Disease Control and Prevention, American Heart Association
English (US) ·
Indonesian (ID) ·