Gempa M6,2 Guncang Halmahera Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi tektonik M6,2 mengguncang Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin (14/9).

Guncangan keras dilaporkan terasa di Pulau Morotai, tak ada potensi tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pukul 17.58 WIB tadi. Pusat gempa di permukaan bumi namalain episentrum berada di wilayah timur laut Pulau Doi, Halmahera Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil kajian BMKG menunjukkan gempa bumi ini mempunyai parameter pembaruan dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 147 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,52° LU ; 128,17° BT, alias tepatnya berlokasi di laut 50 km timur laut Pulau Doi, Maluku Utara," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam siaran pers.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," sambungnya.

Dia menerangkan dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat akibat adanya aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Maluku.

"Hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai sistem pergerakan naik," katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas guncangan, "IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ) di Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai; Morotai Jaya, Pulau Morotai; Loloda Utara, Halmahera Utara; Kota Daruba; Kota Tobelo."

"III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan bakal truk berlalu ) di Kota Jailolo; Kota Ternate," sambungnya.

[Gambas:Twitter]

Sejauh ini, Wijayanto mengatakan belum ada laporan gempa susulan. 

"BMKG bakal terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran info kepada stakeholder dan masyarakat," kata dia.

(kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional