UNJ Dorong Transformasi Pembelajaran Kimia Lewat Pelatihan VR dan AI bagi Guru

Sedang Trending 1 jam yang lalu
UNJ Dorong Transformasi Pembelajaran Kimia Lewat Pelatihan VR dan AI bagi Guru Ilustrasi(Dok UNJ)

TRANSFORMASI digital di bagian pendidikan menuntut pembimbing tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga bisa mengintegrasikan teknologi secara efektif di dalam kelas. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan training penerapan Virtual Reality (VR) Laboratory terintegrasi Artificial Intelligence (AI).

Peserta merupakan pembimbing Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia DKI Jakarta pada Rabu–Kamis, 29–30 Juli 2026. Pelatihan berjudul Implementasi Media Virtual Reality Terintegrasi Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) bagi Guru MGMP Kimia DKI Jakarta ini diikuti sekitar 40 pembimbing Kimia dari beragam sekolah di DKI Jakarta. 

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UNJ, Ucu Cahyana mengatakan program tersebut bermaksud memperkuat kompetensi pembimbing dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran  sehingga bisa menciptakan pengalaman belajar nan lebih interaktif, kontekstual, adaptif, serta berpusat pada peserta didik.

"Guru perlu mempunyai keahlian mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran secara seimbang agar pembelajaran betul-betul memberikan akibat bagi peserta didik," ujarnya dalam keterangan resmi. 

Menurut Ucu, keahlian Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi salah satu kompetensi krusial nan kudu dimiliki pembimbing pada era digital. Oleh lantaran itu, training dirancang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktik dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran nan dapat diterapkan secara langsung di sekolah.

Selama dua hari penyelenggaraan kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan Virtual Reality Laboratory nan terintegrasi dengan Artificial Intelligence dalam pembelajaran kimia. Guru diperkenalkan pada beragam aplikasi praktikum berbasis VR nan didukung AI sebagai tutor cerdas, sarana kajian pembelajaran, serta media nan bisa mendukung pembelajaran adaptif dan personal. 

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi praktik sehingga memperoleh pengalaman langsung menggunakan teknologi tersebut dalam pembelajaran kimia.

"Virtual reality memberikan pengalaman praktikum nan lebih aman, interaktif, dan mudah diakses. Sementara itu, Artificial Intelligence dapat membantu pembimbing memberikan pembelajaran nan lebih adaptif sesuai kebutuhan peserta didik," jelas Ucu.

Selain sesi praktik, peserta juga mengikuti obrolan dan pendampingan dalam menyusun skenario pembelajaran nan mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan pedagogis sesuai karakter materi kimia. Pendekatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat literasi digital guru.

Hasil pertimbangan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi TPACK guru, terutama dalam memilih teknologi nan sesuai dengan tujuan pembelajaran, merancang aktivitas belajar nan lebih menarik, serta memanfaatkan Artificial Intelligence untuk mendukung proses pembelajaran. Para peserta juga memberikan respons positif lantaran memperoleh wawasan baru mengenai penerapan teknologi digital nan dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing.

Menurut Ucu Cahyana, Virtual Reality Laboratory dapat menjadi solusi atas beragam keterbatasan laboratorium konvensional, seperti keterbatasan alat, bahan praktikum, maupun ruang laboratorium. Teknologi tersebut juga bisa membantu peserta didik memahami konsep-konsep kimia nan berkarakter absurd melalui visualisasi tiga dimensi nan lebih nyata.

"Visualisasi tiga dimensi memungkinkan peserta didik memahami konsep-konsep kimia nan susah diamati secara langsung. Dengan demikian, motivasi dan hasil belajar peserta didik diharapkan dapat meningkat," katanya.

Ia menambahkan pemanfaatan Artificial Intelligence memberikan kesempatan bagi pembimbing untuk mengembangkan bahan ajar, menyusun soal evaluasi, menganalisis hasil belajar, serta memperoleh pengganti strategi pembelajaran nan lebih inovatif. Sinergi antara VR dan AI menjadi salah satu corak penerapan pendidikan digital nan mendukung transformasi pembelajaran menuju era Society 5.0. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia