Tim putra Universitas Negeri Malang (UM) sukses mengamankan tiket babak final Campus League 2026 – Futsal Regional Surabaya, usai mengalahkan Universitas Dr Soetomo (UNITOMO) dalam pertandingan semifinal nan digelar di GOR Pertamina ITS, Senin (19/10/2026).
UM Putra memupus angan tim UNITOMO dengan skor 2-0. Kemenangan UM disempurnakan tim putri usai mengalahkan para duta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) lewat skor telak 9-0. Sementara itu, tim putra Universitas Negeri Surabaya (UNESA) unggul 6-0 atas Universitas Surabaya (UBAYA) di babak semifinal.
Campus League 2026 – Futsal Regional Surabaya digelar di Kota Pahlawan dari 13 hingga 20 Oktober 2026. Head of Competition Campus League, Dave Leopold, berterima kasih atas tingginya antusiasme masyarakat maupun student-athlete Surabaya dan sekitarnya, dalam menyambut turnamen ini.
GOR Futsal Pertamina ITS sendiri dipilih sebagai letak bukan tanpa alasan.
“Kampus nan punya lapangan futsal dengan ukuran 40 x 20, sesuai standar federasi, itu tidak banyak. ITS mempunyai tribune, ruang ganti, lahan parkir nan luas, dan akses pun mudah,” katanya.
“Target kami, ekosistem futsal bergerak. Spotlight-nya bukan hanya ke pemain dan pelatih, tapi gimana ekosistem berkembang baik dari panitia hingga penonton. Jadi, penonton bisa menikmati pengalaman pertandingan secara aman, nyaman, kemudian pulang dengan hati senang,” urai Dave, seraya mengakui Surabaya lumbung futsal di Tanah Air.
“Surabaya salah satu lumbung futsal di Indonesia. Itu terbukti dengan BTS (Bintang Timur Surabaya) juara berkali-kali. Surabaya punya!” dia menambahkan.
Mencermati babak semifinal tim putra Campus League 2026 – Futsal Regional Surabaya, pertandingan memang berjalan ketat. Skuad UM sejak awal mendominasi permainan.
Gol pertama dipersembahkan Safikh Raihan Blemorray Setyawan lewat eksekusi tendangan bebas nan presisi pada menit ke-16. Tak henti sampai di situ, tendangan bebas Safikh Raihan lagi-lagi menerbangkan si kulit bundar ke gawang rival pada menit ke-24.
Memasuki babak kedua, UNITOMO mencoba mengimbangi permainan lawan. Bahkan, 10 menit terakhir di babak pamungkas, kubu UNITOMO meningkatkan tempo permainan dan beberapa kali merangsek ke area lawan.
Tiga kali UNITOMO mencoba memasukkan bola, tiga kali pula kiper Ryo Dandy Fernanda sukses menyelamatkan gawang hingga akhirnya, wasit meniup peluit panjang. UM menjegal langkah UNITOMO ke babak final berbekal dua gol tanpa balas.
Pertandingan semifinal kedua untuk tim putra menampilkan UNESA, nan menaklukkan UBAYA, 6-0. Pesta gol UNESA dimulai pada menit keempat berkah tembakan jitu Mochammad Iqbal Hidayatullah.
Anchor UNESA, Ramzi Faiz Setiawan, mempersembahkan gol kedua di menit ke-19. Semenit kemudian, gawang UBAYA kebobolan lagi kali ini berkah “tendangan maut” Sabastian Resa Kurniawan. UNESA makin jauh meninggalkan musuh setelah pivot bernomor punggung 15, Windu Cikal Nugroho, menyumbang tiga gol pada menit ke-26, 37, dan 38.
Beralih ke sektor putri, tim UM bermain sigap sekaligus tanpa ampun. Babak pertama baru melangkah dua menit, salah satu anchor UM, Nabila Wahidiyati mencetak gol. Tiga menit kemudian, tendangan Nathaniela Fetrikayana Putri meruntuhkan pertahanan lawan. Gol tersebut mengawali catatan hat-trick-nya hari ini. Dua gol tambahan dicetak masing-masing pada menit ke-17 dan 38.
Penyerang UM lainnya, Linggena Nirigi menggedor gawang ITS pada menit ke-15 dan 30. Dominasi UM menebal tatkala sepakan Patrisia Iyai, Erviona Marshanda Audria, dan Isabela Maharani Mansawan berkali-kali menghajar gawang kubu seberang. Skuad didikan Arif Rahmat Hidayatulloh ini menyudahi perlawanan ITS dengan skor telak 9-0, sekaligus mempertegas kekuasaan UM di klasemen putri.
Kemenangan besar ini tak lantas membikin tim putri UM menepuk dada. Sejumlah pertimbangan dilakukan, utamanya mengenai regenerasi.
“Kami memberikan banyak catatan mengenai pemain lantaran banyak regenerasi dari tim kami. Dari 17 pemain nan saya daftarkan ke Campus League 2026 – Futsal Regional Surabaya, pemain senior hanya enam orang. Selebihnya mahasiswa baru,” coach Arif menjelaskan.
Sementara itu, Nathaniela mengakui, berkompetensi di Campus League 2026 meninggalkan kesan mendalam. Bagi pemain bernomor punggung 11 itu, Campus League bukan sekadar arena tanding melainkan tempat lahirnya para pemain besar di masa mendatang.
“Campus League wadah nan luar biasa lantaran turnamen ini memfasilitasi para peserta dari perihal besar sampai nan detail. Jujur saja, Campus League arena angan bagi kami, para pemain. Tahun lalu, kawan saya dapat kesempatan trial di Timnas. Jadi, ini wadah luar biasa bagi atlet futsal di masa depan,” Nathaniela berpendapat.
Selain Nathanela, pemain UNESA, Windu Cikal Nugroho juga berbagi kesan soal bertindak di Campus League 2026. Sadar ini arena bergengsi, persiapan tim UNESA tak main-main.
“Tampil di Campus League, ini kali pertama bagi kami. Persiapannya, berlatih selama dua bulan. Untuk rasa canggung dan grogi sudah tidak ada. Kami berfokus ke chemistry antar anggota, bermain simpel, dan menyalakan semangat kolektivitas demi hasil terbaik,” Windu memaparkan.
Bersama Achmad Rizky Widianto selaku pelatih, Windu dan kawan-kawan berjanji tampil all out kala menghadapi tim UM di babak final, esok. Achmad membeberkan, sasaran UNESA tidak hanya jadi juara Regional Surabaya melainkan berhasil di putaran The Nationals. Agar lolos ke The Nationals, ada banyak perihal nan mesti disiapkan dan diperbaiki dalam waktu dekat.
“Kami bakal memperbaiki powerplay, kualitas kiper, meningkatkan efektivitas dari aspek drible, passing, hingga finishing. Tim UM mempunyai pemain dengan pergerakan sigap dan bagus dalam finishing bola. Karenanya, besok kami kudu bisa pegang kendali dari tempo maupun bola,” Achmad mengulas.
Sebagai informasi, setelah Surabaya, Campus League 2026 – Futsal bakal menyapa Yogyakarta pada 20 sampai 27 Oktober mendatang. Rangkaian Campus League 2026 – Futsal bakal mencapai puncaknya pada fase The Nationals, nan bakal diselenggarakan di Yogyakarta mulai 25 November sampai 2 Desember 2026.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·