UMKM tak Cukup Jualan Online, Harus Bisa Taklukkan Algoritma

Sedang Trending 49 menit yang lalu
UMKM tak Cukup Jualan Online, Harus Bisa Taklukkan Algoritma Pelaku upaya mendatangi dan berkonsultasi di area booth UMKM Pintar.(Dok. MI)

DIGITALISASI upaya sekarang menghadirkan tantangan baru bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Persoalannya tak lagi sebatas membuka toko di marketplace, tetapi gimana produk dapat ditemukan konsumen di tengah persaingan algoritma, sekaligus memastikan upaya mempunyai pengelolaan finansial nan sehat dan akses pembiayaan nan memadai.

Persoalan tersebut menjadi salah satu konsentrasi dalam UMKM Digital Finance Tour - Medan Edition nan digelar di Medan, Kamis (27/8/). Ratusan pelaku UMKM mengikuti aktivitas nan mempertemukan pelaku upaya dengan pemerintah, regulator, perbankan, serta penyedia ekosistem digital.

Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan, perkembangan marketplace membikin tantangan UMKM ikut berubah. Pelaku upaya nan sudah datang secara digital belum tentu bisa mendapatkan visibilitas dan menjangkau konsumen.

Menurut dia, tantangan saat ini bukan lagi sekadar gimana membuka toko online, tetapi gimana membikin produk terlihat di tengah ketatnya persaingan algoritma marketplace.

Karena itu, keahlian memahami pola kerja marketplace, mengelola reputasi toko, memanfaatkan iklan digital hingga membaca keahlian upaya menjadi semakin krusial bagi UMKM.

Di sisi lain, penguatan keahlian digital perlu melangkah beriringan dengan keahlian mengelola finansial dan memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

“Di sinilah peran krusial perbankan digital seperti kami di SeaBank. Kami tidak hanya datang sebagai tempat menyimpan uang, tetapi sebagai mitra pertumbuhan atau growth partner yang siap menyediakan akses finansial nan inklusif, hingga menjadi solusi transaksi digital nan elastis untuk menyokong operasional bisnis,” kata Sasmaya.

Akses Pembiayaan Perlu Diikuti Peningkatan Kapasitas

Kepala Divisi Layanan Management Strategis dan Koordinasi Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Safriandi mengatakan, ekspansi akses pembiayaan perlu dibarengi peningkatan kapabilitas pelaku UMKM.

OJK sebelumnya menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 nan mengatur kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk penyederhanaan persyaratan serta penyesuaian kriteria penilaian dengan karakter dan kebutuhan usaha.

“Perluasan akses finansial perlu diiringi oleh peningkatan kapabilitas masyarakat dan pelaku upaya agar akses nan diberikan dapat dioptimalkan untuk pertumbuhan upaya ke depannya,” ujar Safriandi.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Edy Kristianto juga menilai digitalisasi telah menjadi kebutuhan nan susah dihindari pelaku usaha.

“Digitalisasi UMKM adalah sebuah keniscayaan nan tidak bisa dihindari. Untuk itu, krusial bagi UMKM untuk terus mengkapasitasi diri dengan pengetahuan pengetahuan dan pembinaan guna semakin meluaskan ekspansi upaya dan melengkapi kompetensi lainnya,” katanya.

Dorongan digitalisasi itu tidak hanya berangkaian dengan pemasaran. Pelaku upaya juga perlu mulai menggunakan info sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

Dalam training di Medan, misalnya, UMKM mendapat pembekalan mengenai optimasi toko melalui SEO marketplace, pengelolaan reputasi, pemanfaatan iklan digital dan live shopping, keamanan transaksi serta pencegahan penipuan digital.

Pelaku upaya juga diperkenalkan dengan pencatatan transaksi berbasis sistem point of sale (POS) untuk membantu memantau penjualan dan keahlian upaya secara lebih terukur.

Dari Jualan Online ke Bisnis Berbasis Data

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi UMKM mulai memasuki tahap berikutnya. Kehadiran di platform digital menjadi pintu masuk, tetapi keahlian membaca perilaku pasar dan kondisi finansial upaya menjadi aspek krusial agar upaya dapat tumbuh berkelanjutan.

Untuk mendukung keahlian pengelolaan keuangan, SeaBank berbareng Women’s World Banking dan Platform Usaha Sosial (PLUS) sebelumnya mengembangkan platform UMKM Pintar.

Platform tersebut menyediakan materi pengelolaan finansial serta fitur kalkulator nan dapat digunakan pelaku upaya untuk membantu menganalisis kondisi finansial bisnis. Layanan tersebut dapat diakses secara cuma-cuma oleh pengguna maupun nonnasabah SeaBank.

“Kami mau membantu pelaku upaya untuk mengelola keuangan, hingga memahami keahlian upaya dengan lebih terarah. Harapannya agar para pelaku UMKM dapat memahami esensial bisnis, dan mengambil keputusan strategis dengan lebih tepat,” kata Sasmaya.

UMKM Digital Finance Tour - Medan Edition merupakan hasil kerjasama Kementerian UMKM RI, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, dan SeaBank. Selain pelatihan, peserta mendapat kesempatan berkonsultasi mengenai penggunaan perangkat upaya digital dan pengelolaan usaha.

Penguatan keahlian tersebut menjadi semakin relevan ketika persaingan digital tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa nan lebih sigap masuk ke marketplace, tetapi juga oleh keahlian UMKM membaca algoritma, menjaga kesehatan keuangan, dan menggunakan info untuk menentukan arah bisnis. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia