Ultimatum Sudaryono Tertibkan Dapur MBG Bermasalah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Usai dilantik Presiden Prabowo menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026 silam, Sudaryono langsung tancap gas membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk membenahi dapur MBG bermasalah. 

Sudaryono mengungkapkan, ada sekitar 400-an dapur MBG di seluruh Indonesia nan terindikasi bermasalah.

Temuan itu diperoleh setelah BGN memverifikasi ribuan rekening virtual account milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Setelah kami verifikasi satu persatu maka kami telah menemukan adanya 414 SPPG alias dapur nan rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya tidak ada alias dapurnya belum beroperasi," kata Sudaryono di instansi BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026) silam.

Mendapati temuan tersebut, BGN langsung menarik anggaran nan telah ditransfer ke rekening dapur MBG anomali tersebut.

"Totalnya Rp 311,2 miliar, kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami nan kami temukan sampai dengan saat ini, dari 414 SPPG," ungkap Sudaryono.

Sudaryono memastikan BGN bakal terus menyisir dan memeriksa seluruh dapur Program MBG.

"Kita bakal terus sisir apakah kelak ada tambahan-tambahan lagi, kita bakal pembaruan terus tapi sejauh sampai dengan kita umumkan di sini, kita mendapatkan 414 dapur dan mengembalikan Rp 311,2 miliar," katanya.

Membenahi dapur MBG menjadi salah satu prioritas Sudaryono usai menjabat Kepala BGN. Setidaknya dia telah membekukan lebih dari 800 dapur MBG bermasalah. Ratusan dapur tersebut ditangguhkan dan untuk sementara waktu tidak bakal menerima pembayaran, terhitung sejak Senin (27/7/2026).

Kepala BGN Sudaryono mengumumkan bahwa jumlah dapur dibekukan hingga hari ini mencapai 833 unit. Penangguhan tersebut tersebar di tiga wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Maluku, dan Papua.

"Kami telah menemukan ada 833 dapur nan kami suspend per hari ini," ungkap Sudaryono dalam konvensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7/2026) lalu.

Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) membeberkan argumen pembekuan ratusan dapur di tiga wilayah tersebut. Salah satunya lantaran ditemukan pelanggaran berat berangkaian dengan higienitas dan kualitas makanan diproduksi.

"Jadi dapur nan di-suspend itu mengenai higienis, keracunan, kemudian kualitas nan tidak baik, tidak memenuhi standar nan kita inginkan, khususnya mengenai higienis dan sanitasinya, kemudian IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)," kata dia.

Bukan hanya membekukan ratusan dapur MBG, Sudaryono menjelaskan, skema dan sistem penutupan dapur kali ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.

Dia juga menegaskan bahwa BGN hanya bakal memberikan hukuman permanen kepada dapur nan tidak bisa memenuhi persyaratan meski telah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan.

"Dapur nan disuspend secara permanen ini, itu bukan kayak nan lalu. Misalnya dulu kan disuspend tapi tetap dibayar, jika ini sudah suspend, tutup enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend lantaran pelanggaran," jelas Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita