India berencana untuk membangun 100 bandara baru dan 200 helipad di kota-kota mini dan besar dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini untuk meningkatkan konektivitas regional, perdagangan, dan pariwisata, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (5/8).
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan sektor penerbangan negara nan berkembang pesat bakal memerlukan lebih banyak pesawat dan infrastruktur.
“Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja,” kata Modi saat meresmikan Bandara Visakhapatnam (Vizag).
Perusahaan operator airport asal India, GMR Group, membangun airport internasional di Visakhapatnam, sebuah kota terbesar dan salah satu pusat ekonomi krusial di Andhra Pradesh.
Kota di pesisir timur India itu dikenal sebagai pusat ekosistem IT. Sejumlah perusahaan IT dan Global Capability Center terkemuka telah beraksi di wilayah tersebut. Google misalnya membangun info AI Data Center Hub. Ada juga Nvidia, dan beragam perusahaan lainnya.
Chairman Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala, menyatakan pembangunan airport ini diharap terus mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India.
“Karena itu, diperlukan platform penerbangan internasional terpadu untuk mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” kata Bommidala.
“Karena itu, operasi kemitraan mencakup India, Indonesia, dan Filipina, juga Yunani sangat diperlukan,” ujar Bommidala.
Menurut Bommidala, sebagai salah satu pusat teknologi dan ekonomi krusial di pesisir Timur India, perlu ada peningkatan konektivitas, sehingga wilayah tersebut kudu mudah terhubung dengan negara-negara mitra krusial bagi India, termasuk Indonesia.
“Indonesia adalah salah satu negara krusial bagi kami, lantaran itu jika konektivitas langsung tersedia, saya pikir hubungan antara kedua negara bakal semakin erat,” ujar Bommidala.
Bandara Vizag dibangun dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee alias setara USD 591 juta. GMR membangun airport ini melalui skema kerja sama pemerintah dan badan upaya (KBU).
Adapun strategi, operasional, dan penyempurnaan kreasi Bandara Bhogapuram saat ini merujuk pada pertimbangan proyek-proyek greenfield terdahulu di airport Hyderabad dan Goa. Di tengah tahap awal pembicaraan dengan beberapa mitra internasional, GMR menegaskan sasaran besarnya ialah memosisikan Bhogapuram sebagai salah satu pusat penerbangan kelas bumi nan bisa berhadapan langsung dengan airport besar di Asia, seperti Bandara Changi Singapura.
Bandara dengan kapabilitas 6 juta penumpang per tahun itu dinamai Alluri Sitarama Raju, seorang pejuang India nan melawan Inggris. SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer at GMR Group mengatakan, sama seperti Indonesia, di India penamaan airport merupakan perihal nan lazim, misalnya Indira Gandhi di Delhi alias Rajiv Gandhi di Hyderabad.
“Karena itu, airport nan baru ini kami namai dengan nama pahlawan. Alluri Sitarama Raju merupakan figur nan tumbuh dan berjuang di wilayah ini. Penamaan ini menjadi corak penghormatan atas warisan sejarah lokal nan berakibat nasional," SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer at GMR Group.
Selain membawa misi ekonomi dan perhubungan, pembangunan airport nan bakal mulai beraksi pada 17 Agustus 2026 ini juga membawa misi sejarah. “Supaya generasi muda kami mengenal pahlawannya juga termotivasi oleh nilai-nilai perjuangan Raju,” kata Kishore.
Alluri Sitarama Raju dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan nan memimpin perlawanan terhadap imperialisme Inggris. Meski hanya didukung golongan masyarakat lokal dengan keterbatasan sumber daya, kegigihannya sukses membuktikan bahwa kekuatan besar dapat dilawan dengan keberanian, keyakinan, dan daya juang.
"Kami mau generasi baru percaya pada potensi diri dan tidak pernah meremehkan keahlian nan dimiliki. Jika seorang tokoh dengan golongan lokal bersenjata seadanya bisa menantang kekuatan imperialis, maka tidak ada argumen bagi kita untuk merasa kecil," katanya.
Melalui penamaan airport ini, pemerintah dan pengelola berambisi akomodasi publik ini tidak hanya berfaedah sebagai pusat konektivitas ekonomi dan mobilitas warga, tetapi juga menjadi monumen pengingat bakal pentingnya kemandirian, keberanian, dan daya juang bangsa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·