Siswa mempraktikkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan modul ajar digital.(Dok.Istimewa)
UNIVERSITAS Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengembangkan teknologi hidroponik berbasis mikrokontroler Arduino dan modul ajar digital di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Malang. Program tersebut merupakan bagian dari hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 nan didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun kesadaran ekologis siswa melalui penerapan teknologi tepat guna dan pembelajaran multidisipliner.
Salah satu penemuan nan dikembangkan berupa instalasi hidroponik berbasis Arduino. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan sejumlah parameter, seperti tingkat keasaman (pH), suhu, kelembaban, dan nutrisi secara otomatis.
Selain teknologi hidroponik, tim PKM UKWMS memperkenalkan modul ajar multidisipliner dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bilingual. Modul tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi Magic School AI untuk membantu pembimbing mengintegrasikan bahasa Inggris, sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), dan ekologi dalam pembelajaran.
Kepala Sekolah SRMP 16 Malang Rida Afrilyasanti mengatakan program tersebut memberikan faedah bagi pembimbing dan siswa lantaran pembelajaran dapat dikaitkan dengan praktik langsung.
“Guru-guru dapat mengintegrasikan pembelajaran sehingga tidak hanya terpusat pada satu mata pelajaran. Siswa juga dapat mengikuti pembelajaran nan lebih kontekstual dan langsung mempraktikkan materi nan dipelajari melalui hidroponik,” ujar Rida.
Guru IPA SRMP 16 Malang Novia Sigma mengatakan pemanfaatan teknologi digital dan hidroponik membantu pembimbing menghubungkan materi dari beragam mata pelajaran dengan praktik di lapangan.
“Pelatihan pembelajaran multidisipliner, pembelajaran mendalam, kemanfaatan digital AI, dan hidroponik telah membantu kami menghubungkan pembelajaran dalam konteks mata pelajaran. Hidroponik juga dapat menjadi sarana meningkatkan keahlian siswa dalam peduli lingkungan,” kata Novia.
Menurut Novia, praktik hidroponik juga dapat memberikan pengetahuan awal bagi siswa mengenai bagian pertanian dan kesempatan upaya di masa depan.
Pelaksanaan program PKM tersebut memberikan sejumlah dampak, antara lain meningkatkan pengalaman belajar bahasa Inggris nan lebih kontekstual, kompetensi digital guru, serta pemahaman siswa mengenai lingkungan dan teknologi.
Tim PKM UKWMS berencana melanjutkan program dengan menyempurnakan sistem hidroponik berbasis Arduino dan memberikan pendampingan lanjutan kepada pembimbing dalam pemanfaatan teknologi digital.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong SRMP 16 Malang menjadi salah satu model penemuan pendidikan berasrama nan dapat diterapkan di sekolah lain. Selain mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·