Uang Saku Magang Nasional 100% Ditanggung Pemerintah!

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Program magang nasional tahun 2026 bakal dibuka pada Juli mendatang. Jumlah peserta magang ditambah dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu nan terbuka bagi lulusan sarjana dan diploma.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pemerintah tetap menanggung 100% biaya duit saku. Meskipun sebelumnya, terdapat usulan beban duit saku ditanggung berbareng antara pemerintah dan pengusaha.

"Kemudian ada wacana awalnya bahwa duit sakunya itu sharing, tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan pertama. Jadi, 100% ditanggung oleh pemerintah," kata Yassierli dalam konvensi pers di Kemnaker, Jakarta Selatan (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, peserta magang bakal menerima duit saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) alias Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai domisili penyelenggaraan magang.

Yassierli menambahkan, pemerintah tetap membahas finalisasi anggaran program magang nasional. Kemnaker tetap menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara.

"Kondisi saat ini tentu fase terakhirnya itu adalah mengenai dengan anggaran. Ini nan sekarang sedang difinalisasi dan kita tetap menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara," ujar Yassierli.

Program magang nasional batch 1, 2 dan 3 tahun 2025 telah ditutup sepenuhnya hari ini. Setelah ini, peserta magang bisa mengikuti sertifikasi kompetensi di Balai-balai Ketenagakerjaan.

"Menurut kami ini suatu perihal nan harusnya menjadi sesuatu perihal nan baik buat mereka, sehingga tidak hanya mendapatkan portofolio, mendapatkan sertifikat magang, tapi juga ada kesempatan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi," tuturnya.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance