Jakarta, CNN Indonesia --
Pidato Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR berjalan selama sekitar 2 jam. Di ujung pidato, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang dinilai tetap memilih jalan sebagai oposisi di pemerintahannya.
Ia menyebut kerakyatan tetap memerlukan oposisi guna menjaga check and balances dalam roda pemerintahan.
"Saya mengerti dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya mau ucapkan terima kasih ke PDIP," kata Prabowo dalam pidato di rapat paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyebut PDIP berjasa dalam menjaga keberlangsungan kerakyatan di Indonesia.
Prabowo berkelakar secara pribadi dia mau seluruh partai politik berasosiasi dalam koalisi pemerintahannya. Namun, dia mengaku bahwa kondisi itu dinilai tidak baik bagi keberlangsungan demokrasi.
"Setiap pemimpin kudu mau dikritik, setiap pelaksana kudu diawasi, terima kasih atas pengawasan saudara," ucap dia.
Ia mengaku beberapa kali memandang kritikan dari kader PDIP nan dinilai cukup tajam terhadapnya.
"Ada pepatah nan mengatakan jika orang ingatkan kita meski kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenernya dia menyelamatkan kita," ucapnya.
Dalam pidatonya Prabowo memaparkan "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027".
Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Untuk asumsi dasar KEM PPKF RAPBN 2027, pemerintah menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Pidato paparan KEMPPKF RAPBN di depan DPR merupakan nan pertama dilakukan presiden. Tradisi baru ini dilakukan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penurunan IHSG.
(mnf/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·