Trump Umumkan Perjanjian AS-Iran Resmi Ditandatangani Tanpa Kesiapan Keringanan Sanksi

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Trump Umumkan Perjanjian AS-Iran Resmi Ditandatangani Tanpa Kesiapan Keringanan Sanksi Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran telah ditandatangani secara elektronik. Simak perincian poin perjanjian dan agenda seremoni formalnya.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan nota kesepahaman (MOU) antara AS dan Iran telah resmi ditandatangani. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela-sela pertemuannya dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

"Saya sangat senang untuk mengatakan: 'ini sudah ditandatangani, kesepakatannya semua sudah ditandatangani'," ujar Trump.

Menurut keterangan dari pejabat senior pemerintah, arsip kerja sama tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Langkah ini sekaligus membuka tenggat waktu selama 60 hari bagi kedua negara untuk merumuskan perjanjian perdamaian final.

Saat ditanya oleh awak media mengenai apakah kesepakatan ini melibatkan keringanan hukuman ekonomi bagi Iran, Trump dengan tegas membantahnya. "Tidak, tidak melibatkan itu," jawabnya.

Trump kemudian menambahkan mengenai prinsip dari perjanjian tersebut:

"Ini betul-betul masalah perilaku. Jika mereka melakukan apa nan semestinya mereka lakukan, perihal itu mulai berlaku."

Selain membahas arsip perjanjian, Trump juga menyoroti kompleksitas pertempuran nan terjadi antara Libanon dan Hizbullah. Ia menyatakan kemauan AS untuk memandang apakah mereka bisa menyelesaikan bentrok tersebut.

"Tampaknya bentrok itu seperti tidak pernah berakhir," tambahnya.

Trump juga sempat menyinggung serangan nan dilancarkan AS ke Iran pekan lalu. Ia mengaku menyesal lantaran situasi mengharuskan AS melakukan tindakan militer tersebut.

"Saya merasa tidak lezat lantaran kami kudu menyerang kembali selama dua malam," ungkap Trump.

Kendati demikian, Trump tetap meletakkan angan agar AS dan Iran dapat membangun hubungan nan baik di masa depan. Namun, dia juga menegaskan posisi AS jika kesepakatan ini kandas di tengah jalan.

"Jika tidak, kita kembali ke tempat kita memulai, tetapi saya rasa itu tidak bakal perlu dilakukan," pungasnya.

Terkait dengan seremoni penandatanganan umum nan dijadwalkan berjalan akhir pekan ini di Jenewa, Swiss, Trump memastikan dirinya tidak bakal datang secara langsung. Tugas tersebut bakal didelegasikan kepada Wakil Presiden JD Vance nan bakal menandatangani arsip tersebut secara fisik.

Seorang pejabat senior AS menambahkan dalam konvensi pers berbareng wartawan bahwa rincian komplit mengenai isi nota kesepahaman (MOU) nan ditandatangani oleh AS dan Iran ini bakal dirilis secara publik dalam kurun waktu "24 hingga 48 jam" ke depan. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia