Preview Skotlandia vs Maroko: Tartan Army enggan Hattrick Gagal Fase Grup

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Tartan Army enggan Hattrick Gagal Fase Grup Timnas Skotlandia(Instagram/@timnas_Skotlandia)

TIM nasional (timnas) Skotlandia sudah delapan kali memainkan putaran final Piala Dunia sejak 1954, namun tak satu pun melewati babak grup untuk lolos ke babak gugur. Pada Piala Dunia 2026 nan menjadi Piala Dunia kesembilannya, Tartan Army berkeinginan mewujudkan angan ke fase gugur setelah tidakhadir 28 tahun.

Laga pertama sudah mereka lalui dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dari Grup C dan besok Sabtu (20/6) pukul 05.00 WIB di Stadion Boson, Foxborough, Tartan Army mau menang melawan Maroko nan semifinalis jenis sebelumnya.

Mereka tak mau kekecewaan mendalam pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat terulang ketika Kenny Dalglish, Billy Bremner, dan Joe Jordan, kandas lolos lantaran kalah selisih satu gol.

Berada satu grup dengan Yugoslavia, Brasil, dan Zaire, Skotlandia tak terkalahkan dalam tiga pertandingan setelah mengalahkan Zaire 2-0, sebelum seri 0-0 melawan Brasil dan 1-1 menghadapi Yugoslavia. Sayang, tim nan kala itu dibesut Willie Ormond kandas lolos ke fase selanjutnya lantaran kalah selisih gol dari Brasil, nan pada jenis itu menjadi tim ranking keempat.

Sementara itu, Maroko nan memainkan Piala Dunia ketujuhnya berambisi mengulangi sejarah manis pada 2022 di Qatar saat menembus semifinal dengan menyingkirkan Spanyol dan Portugal.

Untuk mengulangi perihal itu, Singa Atlas kudu lebih dulu mengalahkan Skotlandia.

Tiga poin dari Skotlandia bakal memperbesar kesempatan mereka melewati babak grup setelah dalam laga pertama menahan seri Brasil 1-1.

Rekor pertemuan

Satu-satunya pertemuan antara Skotlandia dan Maroko terjadi pada Piala Dunia 1998 di Prancis nan menjadi Piala Dunia terakhir Tartan Army sebelum kembali bermain tahun ini.

Dalam sebuah laga di Grup A, Maroko menang 3-0 atas Skotlandia nan bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-54. Tiga gol Maroko dicetak Salaheddine Bassir dan Abdeljalil Hadda.

Tapi kemenangan itu tak membikin Maroko lolos ke babak gugur setelah menempati posisi ketiga dengan empat poin, satu poin di bawah posisi kedua Norwegia dan dua poin di bawah juara grup Brasi.

Komentar pemain

Andrew Robertson, nan mempunyai 95 cap berbareng Skotlandia, mengatakan Maroko adalah tim nan fantastis. Kapten Skotlandia itu juga mengakui Singa Atlas bukan lagi tim nan dianggap remeh, apalagi dengan jejak positif mereka pada jenis terakhir.

"Kami kudu konsentrasi pada performa kami sendiri. Tujuan kami adalah memenangkan pertandingan ini, dan tujuan mereka juga sama. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kamilah nan tersenyum," kata Robertson, nan musim ini hengkang dari Liverpool ke Tottenham Hotspur.

Dari Maroko, pemain muda berumur 20 tahun, Samir El Mourabet, menyebut laga melawan Skotlandia krusial untuk negaranya jika mau lolos ke babak 32 besar.

"Kami mempersiapkan setiap pertandingan dengan langkah nan sama. Kami datang untuk menang, telah melakukan persiapan dengan matang, dan seluruh pemain berada dalam kondisi nan baik. Besok kami bakal berupaya menunjukkan rasa terima kasih kepada suporter Maroko melalui penampilan kami di lapangan," kata El Mourabet, nan baru lima kali tampil memihak Maroko. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia