Trump Tuntut The Fed Turunkan Suku Bunga Jadi 1% atau Kurang: Segera!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut bank sentral Paman Sam, Federal Reserve (The Fed) untuk segera memangkas suku kembang menjadi 1% alias kurang. Komentar tersebut muncul hanya beberapa jam usai the fed mengumumkan kenaikan suku kembang pertamanya sejak 2023.

"Kita 'mendukung' nyaris setiap negara di dunia, dan itu tidak bisa terus berlanjut," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah pengumuman kenaikan suku kembang The Fed seperti dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2026).

"TURUNKAN SUKU BUNGA UNTUK AMERIKA SERIKAT, DAN SEGERA!" tulisnya penuh tekanan lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Trump tanpa henti menekan The Fed nan sekarang dipimpin oleh Kevin Warsh untuk menurunkan suku kembang agar biaya pinjaman turun drastis. Ia bersikeras dalam unggahannya bahwa suku kembang di AS semestinya hanya 1% alias apalagi kurang.

"(Suku bunga) semestinya 1%, alias kurang, lantaran kita adalah negara dengan ranking angsuran terbaik di bumi - JAUH LEBIH BAIK," tegas Trump.

Di luar itu, Trump terus menyatakan bahwa perekonomian AS sedang berkembang pesat berkah banyaknya investasi baru nan masuk. Ia berulang kali menyatakan bahwa AS telah meraup sebanyak US$ 20 triliun alias lebih selama masa kedudukan keduanya, meski kemudian dikoreksi oleh Gedung Putih jadi lebih dari US$ 11 triliun.

"Jika kita berakhir berbisnis dengan setiap negara nan mempunyai defisit dengan kita, nan sebagian besar memang demikian, kita bakal menghasilkan setidaknya 1,5 triliun dolar per tahun," klaim Trump dalam unggahan hari Rabu (16/9) waktu setempat.

Sebelumnya, kurang dari dua minggu lalu, Trump sempat menakut-nakuti jika The Fed tidak memangkas suku kembang segera, dia bakal menghentikan perdagangan dengan negara-negara nan mempunyai surplus perdagangan dengan AS. Kelompok itu mencakup sebagian besar mitra jual beli utama AS, berbareng dengan puluhan negara lainnya.

Ancaman ekstrem itu semakin memperparah kampanye tekanan Trump selama bertahun-tahun terhadap The Fed, nan sempat mereda setelah Warsh menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral tersebut.

Namun, sejauh ini Trump dan para pembantunya menahan diri untuk tidak menyerang Warsh secara langsung. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, mengatakan kepada Fox News pada Rabu siang bahwa Trump 'benar-benar' tetap percaya pada independensi The Fed.

"Namun itu tidak mengubah kebenaran bahwa presiden Amerika Serikat mempunyai kewenangan Amendemen Pertama untuk berbincang ketika terjadi kesalahan," tambah Desai.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance