Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan sinis terhadap hasil penilaian lembaga rating kepada perekonomian Indonesia. Baginya, tak semestinya sebuah negara mudah saja diatur-atur oleh lembaga rating.
Dia mengatakan negara sebesar India apalagi menolak hasil penilaian lembaga-lembaga rating dunia. Menurutnya kurang tepat orang asing asal saja memberikan penilaian terhadap situasi ekonomi Indonesia.
"Masak kita mau diatur rating oleh beberapa manusia? Iya kan? India juga menolak, bener nggak? Kita ini punya kedaulatan. Masak orang dari jauh, dia nggak tahu apa-apa, dia kasih rating?" ujar Prabowo dalam aktivitas Presiden Prabowo Menjawab, ditulis Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo juga sempat menyoroti beberapa perbedaan nan terjadi pada lembaga rating. Di kala beberapa penilaian negatif diberikan lembaga rating soal pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Prabowo bilang tetap ada beberapa lembaga lain nan justru memuji pembentukan DSI.
"Banyak nan bilang DSI itu benar. S&P bilang. Ini S&P. Standard & Poor's, tapi ini S&P aja nan mengakui kita. Outlook stable," kata Prabowo.
Karena perihal tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu juga menilai tak semua hasil penilaian lembaga rating sudah pasti benar. "Dan ini kan manusia. Apakah jika manusia ini namanya orang asing, tinggalnya di luar, apakah dia selalu benar? Kan nggak," sebut Prabowo.
Prabowo menilai bisa jadi penilaian lembaga rating terhadap Indonesia menjadi strategi memecah belah bangsa.
"Jadi ini ada kelompok-kelompok di luar nan ya, biasa lah. Goyang-goyang, dan ini sudah lama, udah ribuan tahun, namanya itu adalah Devide et Impera. Adu domba pecah bela. Adu domba pecah belah," kata Prabowo.
(hal/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·