Trump Sebut Politisi Muslim "Jihadis", Tudingan Baru Serang Partai Demokrat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Trump Sebut Politisi Muslim Donald Trump memicu kontroversi dengan menyebut kandidat Demokrat sebagai "jihadis". Simak respons tajam kandidat Muslim Abdul El-Sayed.(White House)

MENJELANG pemilihan umum sela nan tersisa tiga bulan lagi, Donald Trump kembali melancarkan serangan retoris bernuansa provokatif. Eks Presiden Amerika Serikat tersebut sekarang menggunakan istilah "jihadis" untuk menyerang para politisi dari Partai Demokrat.

Tudingan tersebut disampaikan Trump saat berbincang kepada wartawan di Oval Office. Tanpa menyertakan bukti maupun menyebut nama secara spesifik, dia menyatakan bahwa golongan radikal tengah memenangi pemilu di beragam wilayah.

"Satu perihal nan pasti, kita mendapati kaum jihadis terpilih di mana-mana," ujar Trump. Ia menambahkan, "Kita menghadapi perihal ini, baik itu komunisme maupun jihadisme."

Selama ini, Trump kerap melabeli politisi Demokrat dan golongan sosialis demokrat sebagai "komunis" untuk menggambarkan rival politiknya sebagai golongan ekstremis. Namun, penggunaan julukan "jihadis" menandai eskalasi serangan verbal baru nan kian tajam.

Trump mengakui bahwa istilah tersebut muncul setelah seorang kerabat menyarankannya untuk memakai kata "jihadis" guna menggambarkan peta politik saat ini. Sebagai contoh, Trump menyoroti kandidat nan berasal dari negara-negara seperti Somalia. Pernyataan ini disinyalir mengarah pada Anggota DPR AS asal Minnesota, Ilhan Omar, penduduk keturunan Somalia nan kerap menjadi sasaran kritik tajam Trump.

Tak hanya Omar, Trump juga mengincar kandidat Senat Demokrat asal Michigan, Abdul El-Sayed. Dalam sebuah aktivitas kampanye di Las Vegas, Trump menuding El-Sayed sebagai "pembenci Yahudi dan Israel" tanpa menyertakan bukti. Trump apalagi membagikan unggahan di media sosial nan membandingkan fotonya berbareng Melania dengan foto El-Sayed dan istrinya nan berhijab, diiringi narasi "Dua Amerika nan Sangat Berbeda."

Menanggapi sindiran tersebut dalam wawancara di CNN State of the Union, El-Sayed menyetujui bahwa foto tersebut memang memperlihatkan dua pandangan nan bertolak belakang tentang Amerika.

"Ya, dia benar. nan satu dipimpin oleh dua orang nan tidak saling menyukai tetapi berasosiasi demi mengeruk miliaran dolar dari Anda. Sementara nan satu lagi adalah dua orang nan saling mencintai, menikmati sarapan bersama, dan mau membangun Amerika di mana mereka bisa membesarkan family dengan baik," tegas El-Sayed. "Jadi, ya, Anda mendapatkan dua visi Amerika nan berbeda."

Serangan bermotif kepercayaan dan asal-usul ini tidak hanya dilakukan oleh Trump. Sejumlah tokoh Partai Republik juga mulai secara konsisten menyebut nama komplit kandidat Muslim tersebut, ialah Abdulrahman Mohamed El-Sayed, usai dia memenangi nominasi Partai Demokrat. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia