Cikal Bintang
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |01:01 WIB

Timnas Indonesia kandas total di Piala AFF 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
JAKARTA – Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengimbau masyarakat agar menghentikan segala corak hujatan kepada para penggawa Timnas Indonesia. Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul hasil minor skuad Garuda nan kudu tersingkir lebih awal di fase grup arena ASEAN Hyundai Cup alias Piala AFF 2026.
Langkah Garuda di turnamen regional ini kudu terhenti setelah hanya bisa bermain seri 1-1 kontra Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu. Hasil tersebut menempatkan Timnas Indonesia di ranking ketiga klasemen akhir Grup A di bawah Vietnam dan Singapura, nan memicu gelombang kekecewaan dari publik sepak bola Tanah Air.
1. Apresiasi Perjuangan Pemain
Menanggapi kritik pedas nan membanjiri lini masa, Yunus Nusi menegaskan bahwa sasaran kritik publik semestinya dialamatkan kepada federasi, bukan kepada perseorangan pemain maupun staf pembimbing di lapangan. Menurutnya, para pemain sudah berjuang maksimal dan tetap menjadi aset masa depan bangsa nan perlu dilindungi mentalnya.
"Timnas kita nan telah berjuang kudu tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI alias Ketua Umum, kami menerima,” kata Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, dikutip pada Selasa (11/8/2026).
Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Okezone)
“Namun, nan terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada angan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," tambah laki-laki asal Gorontalo, Sulawesi Selatan itu.
Sebagai corak pertanggungjawaban moral, PSSI memastikan kegagalan beruntun ini bakal langsung ditindaklanjuti dengan pertimbangan mendalam. Terkait perihal tersebut, Yunus menjelaskan bahwa sistem pertimbangan internal selalu melangkah secara konsisten tanpa pandang bulu, baik dalam situasi menang maupun kalah.
“PSSI memohon maaf nan sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia lantaran belum bisa memberikan hasil nan memuaskan secara sempurna,” sambung Yunus Nusi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·