Trump Murka Setelah Senat Dukung Resolusi Pembatasan Kewenangan Perang terhadap Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Trump Murka Setelah Senat Dukung Resolusi Pembatasan Kewenangan Perang terhadap Iran Presiden AS Donald Trump(X)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat AS menyetujui resolusi nan membatasi kewenangannya dalam melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Resolusi tersebut sebelumnya telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan sekarang mendapat support dari kedua bilik Kongres.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (23/6), Trump menilai langkah Senat justru melemahkan posisi Amerika Serikat saat dirinya mengeklaim telah sukses menekan Iran hingga berada dalam posisi nan sulit.

"Jadi begini, saya sudah membikin Iran berada di ujung tanduk, siap menyerah, bersedia memberikan nyaris apa pun nan kami minta, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, mereka betul-betul menghormati Amerika Serikat dan Presidennya, saya" tulis Trump dilansir CNN, Rabu (24/6).

Trump menganggap pemungutan bunyi mengenai War Powers Act alias Undang-Undang Kekuasaan Perang dilakukan pada waktu nan tidak tepat dan berpotensi mengirimkan pesan nan salah kepada Teheran.

"Namun, Senat Amerika Serikat justru memutuskan menggelar pemungutan bunyi mengenai War Powers Act nan tidak tepat waktu dan sama sekali tidak berarti. Pemungutan bunyi itu pada dasarnya memberi tahu negara sponsor terorisme nomor satu di bumi bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa nan sedang saya lakukan terhadap mereka dan bahwa saya kudu menghentikannya," paparnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Senat menyetujui resolusi kekuasaan perang nan sebelumnya telah lolos di DPR dengan hasil pemungutan bunyi 50 berbanding 48. Keputusan itu mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di Kongres, termasuk dari sejumlah personil Partai Republik, mengenai keterlibatan Amerika Serikat dalam bentrok dengan Iran.

Resolusi tersebut menjadi nan pertama sejak War Powers Resolution diberlakukan pada 1973 nan secara resmi disahkan oleh kedua bilik Kongres untuk mengarahkan presiden menarik pasukan AS dari suatu bentrok militer.

Meski tidak mempunyai kekuatan norma nan mengikat dan lebih berkarakter simbolis, hasil pemungutan bunyi tersebut dianggap sebagai pukulan politik bagi Trump nan selama ini relatif memperoleh support kuat dari kebanyakan personil Partai Republik di Kongres.

Dalam unggahan nan sama, Trump juga melontarkan kritik keras kepada personil Partai Republik nan mendukung resolusi tersebut. Ia menuding mereka telah membantu pihak nan menjadi musuh Amerika Serikat.

"Dengan melakukan perihal tersebut, mereka justru memberikan support dan support kepada musuh. Empat personil Partai Republik nan pecundang memilih berasosiasi dengan para Demokrat, dan Iran apalagi bertanya kepada tim saya, apa makna semua ini?" papar Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan dirinya bakal tetap melanjutkan kebijakannya terhadap Iran. "Para senator tersebut baru saja membikin pekerjaan saya menjadi lebih sulit. Namun saya bakal tetap menyelesaikannya, dengan langkah apa pun, lantaran saya selalu sukses menyelesaikan apa nan saya mulai!" ucapnya.

Partai Republik saat ini memang tetap menguasai kebanyakan di Kongres, tetapi dengan selisih bangku nan tipis dibandingkan Partai Demokrat. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah personil Partai Republik mulai menunjukkan perbedaan pandangan dengan Trump mengenai kebijakan luar negeri dan agenda domestiknya.

Beberapa legislator Partai Republik diketahui menolak usulan biaya sebesar 1,8 miliar dolar AS nan diajukan Trump untuk memberikan kompensasi kepada sekutu politiknya nan disebut menjadi sasaran otoritas federal.

Selain itu, sejumlah personil partainya juga menunda pembahasan rancangan undang-undang senilai 70 miliar dolar AS nan ditujukan untuk mendanai operasi imigrasi pemerintah.

Sementara itu, hasil survei Reuters/Ipsos nan dirilis Selasa (23/6) menunjukkan support publik terhadap perang dengan Iran relatif rendah. Hanya sekitar seperempat penduduk Amerika Serikat nan menilai bentrok tersebut sepadan dengan biaya nan kudu dikeluarkan.

Mayoritas responden juga mengaku cemas bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak bakal memperkuat lama. Dalam pemungutan bunyi di Senat, kebanyakan personil memberikan bunyi sesuai garis partai. Empat senator Republik berasosiasi dengan nyaris seluruh senator Demokrat untuk mendukung resolusi tersebut, sementara dua senator Republik tidak ikut memberikan suara.

Pada unggahan lainnya nan dipublikasikan Selasa (23/6) malam, Trump kembali mengecam hasil pemungutan bunyi tersebut. Ia menyebut langkah Senat sebagai tindakan nan tidak tepat waktu dan tidak berfaedah serta menuduh para pendukung resolusi telah memberikan support kepada Iran dan membikin upayanya menjadi lebih sulit.

Perdebatan mengenai kewenangan presiden dalam mengambil tindakan militer sekarang kembali menjadi sorotan di Washington, terutama di tengah upaya pemerintahan Trump melanjutkan tekanan terhadap Iran sembari menjalankan proses negosiasi nan sedang berjalan antara kedua negara. (Fer/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia