Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2026 |20:12 WIB

Bank BTN (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mulai menjajaki opsi pembelian kembali saham (buyback) guna mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan. Penyesuaian tindakan korporasi ini direncanakan masuk dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) mendatang, menyusul dorongan dari Danantara untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham di tengah esensial perusahaan nan solid.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa opsi buyback dipilih lantaran porsi saham publik BBTN saat ini telah mencapai pemisah minimum. Selain itu, valuasi saham perseroan dinilai tetap di bawah nilai wajar.
“Saat ini nilai saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan nan bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program tenaga kerja seperti bingkisan alias stock option. Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank [RBB], tetapi bakal kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB,” ujar Nixon dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/6/2026)
Kata Nixon, rencana tersebut selaras dengan pandangan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, nan menilai buyback sebagai langkah korporasi wajar bagi perusahaan dengan esensial kuat nan sahamnya sedang tertekan.
“Buyback itu sebenarnya proses nan normal. Kalau kita memandang saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri andaikan memang fundamentalnya kuat,” ungkap Dony baru-baru ini.
Dony menambahkan, sejumlah BUMN, termasuk sektor perbankan, mempunyai potensi besar untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham lantaran didukung esensial upaya nan solid.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·