Trump: Kesepakatan AS-Iran Diteken Minggu Ini, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Sedang Trending 8 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump memberikan gestur saat bertolak dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan menggunakan Air Force One di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah bakal ditandatangani pada Minggu (14/6). Menurut dia, kesepakatan bakal disertai pembukaan kembali Selat Hormuz nan selama berbulan-bulan menjadi titik panas konflik.

"Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz bakal TERBUKA UNTUK SEMUA," tulis Trump di Truth Social, Sabtu (13/6), seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan serupa juga datang dari Pakistan nan menjadi mediator utama dalam perundingan tersebut.

Menurut Reuters, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyepakati kerangka awal perdamaian dan Islamabad tengah mempersiapkan penandatanganan elektronik pada Minggu ini sebelum dilanjutkan pembicaraan teknis pekan depan.

Namun, Iran belum mengonfirmasi agenda tersebut. AFP melaporkan ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan penandatanganan kesepakatan, "tidak bakal terjadi besok."

"Kemungkinan perihal itu terjadi dalam beberapa hari ke depan tidak dapat dikesampingkan. Namun lantaran keraguan dari pihak lain, kami kudu berhati-hati dalam memberikan komentar mengenai proses ini," kata Baghaei.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP

Meski terdapat perbedaan soal waktu penandatanganan, kedua pihak sama-sama memberi sinyal bahwa negosiasi berada di tahap akhir setelah perang nan dimulai pada Februari lalu.

Menurut Reuters, rancangan nota kesepahaman nan sedang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS terhadap Iran.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Washington juga disebut bakal mulai mencairkan miliaran dolar aset Iran nan dibekukan serta memberikan keringanan terhadap ekspor minyak Iran.

"Iran bakal membuka Selat Hormuz, itu adalah syaratnya. Saat mereka melakukannya, kami bakal mencabut blokade kami," kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Salah satu rumor nan tetap menjadi perdebatan adalah program nuklir Iran. AS menginginkan penghancuran persediaan uranium nan diperkaya tinggi milik Iran, sementara Teheran mau mempertahankannya dalam corak nan telah diencerkan.

Sementara itu, AFP melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan satu-satunya langkah menangani uranium tersebut adalah dengan mengencerkannya di dalam Iran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan