
Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, ASDP Terapkan Pola TBB Kerahkan 36 Kapal (Foto: ASDP)
JAKARTA - Arus kembali Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk tetap bergerak bergerak dengan intensitas nan tinggi, kendati Posko Angkutan Mudik telah berakhir. Sejak pagi hingga siang hari, kendaraan terus mengalir menuju Pelabuhan Ketapang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat nan kembali ke wilayah asal maupun melanjutkan aktivitas pascalibur panjang.
Hingga pukul 15.00 WIB, arus kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan terpantau padat dengan perkiraan antrean mencapai ±12 km. Komposisi kendaraan didominasi truk logistik, disertai bus dan kendaraan pribadi nan terus bergerak menuju area pelabuhan.
Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika operasional pasca berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas nan diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, dan Nomor: Kep/43/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026. Pembatasan tersebut sebelumnya diberlakukan di lintasan Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan logistik pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut menjadi salah satu aspek meningkatnya antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk nan masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berakibat pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Untuk merespons kondisi tersebut, ASDP bekerja-sama dengan regulator dan operator kapal melakukan penyesuaian jasa secara adaptif melalui optimasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone.
“Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” tambahnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·