Felldy Utama
, Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |05:30 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut keahlian Indonesia dalam mengendalikan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa siklus El Nino terakhir. Kendati demikian, info ini tidak boleh membikin kita lengah lantaran ancaman karhutla pada periode El Nino 2026-2027 tetap cukup besar.
Menhut menjelaskan bahwa luas karhutla saat El Nino terus menunjukkan tren penurunan. Pada El Nino 2015, luas karhutla tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.
“Jika kita memandang perjalanan penanganan kebakaran rimba dan lahan dalam beberapa siklus El Nino terakhir, ada satu perihal nan patut kita syukuri, keahlian kita dalam mengendalikan karhutla terus menunjukkan perbaikan,” kata Menhut dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas karhutla sukses ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerjasama nan kuat antar beragam pihak, mulai dari BMKG, BNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga seluruh masyarakat.
“Karhutla bukan semata persoalan kehutanan, bukan semata persoalan lingkungan hidup, dan bukan hanya persoalan wilayah tertentu. Karhutla adalah masalah berbareng nan dampaknya dirasakan oleh seluruh bangsa,” ujarnya.
Meski diagram karhutla pada siklus El Nino menunjukkan tren menurun, Menhut mengingatkan bahwa kewaspadaan kudu tetap ditingkatkan. Hingga Mei 2026, luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare alias meningkat dibandingkan periode nan sama saat El Nino 2019 maupun 2023.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·