
Travoy: Saat Jalan Tol Tak Lagi Sekadar Dilalui tapi Dirasakan (Foto: Jasa Marga)
JAKARTA - Setiap musim mudik, jalan tol berubah menjadi ruang penuh angan sekaligus ketidakpastian. Jutaan kendaraan bergerak dalam waktu bersamaan, membawa satu tujuan nan sama: pulang.
Namun di tengah lonjakan mobilitas nan kian masif, satu pertanyaan selalu muncul: apakah perjalanan betul-betul bisa dikendalikan? Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat pada periode Lebaran dalam beberapa tahun terakhir dapat menembus lebih dari 100 juta orang.
Tercatat, jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang. Angka ini turun jika dibandingkan jumlah pemudik tahun lampau nan mencapai 154 juta orang.
Di saat nan sama, jalan tol, sebagai tulang punggung konektivitas darat menanggung beban lampau lintas nan meningkat drastis. Dalam situasi seperti ini, satu perihal menjadi jelas: membangun jalan saja tidak lagi cukup.
Kapasitas prasarana mempunyai batas, sementara kebutuhan mobilitas terus tumbuh. Tanpa penemuan dalam pelayanan, kemacetan, ketidakpastian waktu tempuh, hingga akibat kecelakaan bakal tetap menjadi persoalan klasik nan berulang setiap tahun.
Transformasi Digital Jadi Jawaban
Di sinilah transformasi digital memainkan peran strategis. PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjawab tantangan tersebut melalui Travoy, sebuah aplikasi nan tidak sekadar menyediakan informasi, tetapi membangun ekosistem jasa perjalanan nan terintegrasi.
Travoy merepresentasikan pergeseran krusial dalam tata kelola jalan tol: dari pendekatan berbasis bentuk menuju pendekatan berbasis info dan pengalaman pengguna.
Sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol, Travoy mengintegrasikan beragam jasa info dan transaksi dalam satu platform untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jalan. Dengan akses ke lebih dari 3.500 kamera CCTV secara real time, Travoy menghadirkan transparansi nan sebelumnya tidak dimiliki pengguna jalan.
Informasi lampau lintas tidak lagi berkarakter asumsi, melainkan berbasis kondisi aktual. Pengguna tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mempunyai kendali untuk menentukan kapan dan gimana mereka melakukan perjalanan.
Dalam perspektif transportasi modern, inilah inti dari efisiensi: ketika pengguna dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Informasi nan tepat bisa mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, mengurangi kepadatan tanpa kudu selalu menambah kapabilitas jalan.
Jasa Marga Kembangkan Aplikasi Travoy
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·