Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ketimpangan antara orang kaya dan miskin menjadi salah satu problem utama Jakarta.
“Bapak Ibu kerabat saudari sekalian. Sebagai Gubernur Jakarta, problem utama Jakarta adalah nan disebut dengan gini ratio dan orang miskin,” kata Pramono dalam aktivitas Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Menurut Pramono, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari beragam tingkat ekonomi. Kondisi tersebut membikin persoalan kesenjangan menjadi tantangan nan perlu diperhatikan pemerintah.
“Semua orang kaya ada di Jakarta. Sebagian orang nan tidak mampu, tidak beruntung juga ada di Jakarta,” ujarnya.
Pramono kemudian menyinggung nomor rasio gini Jakarta nan mencapai 0,422.
Rasio gini merupakan parameter statistik untuk mengukur tingkat ketimpangan pengedaran pendapatan alias pengeluaran masyarakat di suatu wilayah. Nilainya berkisar antara 0, nan menunjukkan pemerataan sempurna, hingga 1 nan menunjukkan ketimpangan sempurna.
Semakin rasio gini mendekati 1, kesenjangan ekonomi semakin lebar. Sementara jika semakin mendekati 0, pengedaran pendapatan semakin merata.
“Maka ada nan disebut dengan gini ratio ialah komparasi orang kaya dan miskin di Jakarta paling besar, 0,422,” katanya.
Menurut Pramono, persoalan Jakarta juga tidak hanya menyangkut masyarakat nan secara administratif tinggal di dalam wilayah DKI Jakarta. Aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di area aglomerasi turut berjuntai pada Jakarta.
“Orang nan menggantungkan kehidupan dan Jakarta kurang lebih sekarang ini nyaris 40 juta. Karena aglomerasi sumber utamanya dari Jakarta,” tuturnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·