Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |10:06 WIB

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

BRI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI mencatatkan keahlian transaction banking nan impresif hingga Desember 2025. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan transaksi digital pada segmen ritel, pengguna bisnis, hingga ekosistem pembayaran. 

Penguatan tersebut mempertegas kapabilitas BRI dalam mengelola aktivitas transaksi lintas segmen, sekaligus memperkokoh struktur pendanaan melalui penguatan biaya murah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada press conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 pada Kamis (26/2/2026) di Jakarta.

“Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise nan bermaksud memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis biaya murah. Dua strategi nan dijalankan ialah penguatan biaya murah serta peningkatkan kapabilitas di bagian transaction banking. BRI mempercepat pertumbuhan CASA melalui optimasi digital channel (BRImo, BRILink, QRIS) serta peningkatan penetrasi business cluster. Sementara itu di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran.” ujar Hery.

Peningkatan aktivitas transaksi ritel di channel digital BRI tercermin pada pertumbuhan pengguna dan transaksi melalui BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat 45,9 juta alias tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun alias meningkat 26,4% YoY,” ujar Aquarius.

Untuk segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI terus memperkuat jasa transaction banking BRI untuk kebutuhan cash management dan transaksi end-to-end melalui Qlola. 

Per Desember 2025, pengguna aktif Qlola mencapai 113,0 ribu alias tumbuh 48,1% YoY, sejalan dengan sales volume nan meningkat 36,2% YoY menjadi Rp13.456 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com