Tragedi Pria di Jakbar Tewas Usai Dilempar dari Lantai 2 Tempat Biliar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Tragedi memilukan menimpa seorang laki-laki (29) di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pria berinisial DM itu dikeroyok lampau dilempar oleh sejumlah pelaku dari ketinggian lantai 2 tempat biliar.

Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit saat itu. Namun sayang, korban meninggal bumi setelah 4 hari kemudian, tepatnya pada Rabu (14/5).

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Korban saat itu datang berbareng pacarnya ke tempat biliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singkat cerita, korban dan golongan pelaku terlibat cekcok mulut setelah memihak pacarnya nan ribut dengan wanita dari golongan pelaku. Percekcokan itu kemudian berubah menjadi sebuah keributan dan pengeroyokan nan berujung korban dilempar dari lantai dua.

Setelah penyelidikan intensif selama satu bulan lebih, polisi akhirnya menangkap para pelaku. Berikut cerita selengkapnya, dirangkum detikcom, Sabtu (13/6/2026).

3 Pelaku Ditangkap, Ada nan Berusia Anak

Setelah penyelidikan nan cukup panjang, kasus meninggalnya laki-laki berinisial DM setelah dikeroyok dan dilempar dari lantai 2 Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat akhirnya terungkap. Terkini, tiga orang pelaku sudah ditangkap.

"Kami baru saja sukses mengamankan para pelaku pengeroyokan nan mengakibatkan korban meninggal dunia, nan terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," kata Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan dilansir Antara, Kamis (11/6).

Ketiga pelaku nan diamankan tersebut masing-masing berinisial NA, AE, dan MLS. "Dua di antaranya tetap berstatus di bawah umur, satu pelaku lainnya orang dewasa," imbuhnya.

Alex mengatakan para pelaku ditangkap di letak terpisah, ialah di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Sementara itu, satu dari tiga pelaku tersebut diserahkan langsung oleh pihak keluarganya kepada polisi.

"Barang bukti nan sukses kami amankan di antaranya adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di letak kejadian, serta busana nan dikenakan para pelaku saat peristiwa itu terjadi," jelasnya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 262 KUHPidana ayat 4 tentang pengeroyokan nan mengakibatkan korban meninggal dunia.


Motif Pengeroyokan

AKP Alexander Tengbunan mengatakan pengeroyokan tersebut dipicu urusan asmara.

"Sebenarnya itu bentrok kecemburuan alias asmara," kata AKP Alexander Tengbunan.

Alex menjelaskan korban saat itu memihak pacarnya nan diganggu oleh wanita dari rombongan pelaku. Korban lampau marah dan memiting salah seorang pelaku.

"Menurut keterangan pacar korban atas nama Saudari M, terjadinya keributan lantaran korban tidak terima pacarnya diganggu oleh wanita temannya Saudara A (pelaku) nan dipiting korban," ujarnya.


Detik-detik Korban Dilempar dari Lantai 2

Alex mengungkapkan peristiwa ini terjadi pada Minggu awal hari, 10 Juni 2026 di sebuah tempat biliar. Bermula ketika korban dan pelaku minum minuman keras hingga terjadi perselisihan.

"Korban dan para pelaku sempat bentrok ketika mengonsumsi miras. Kemudian turun ke tangga, korban ini sempat memiting kawan dari pelaku. Tidak terima temannya dipiting pada saat di tangga, temannya berupaya membantu temannya nan sedang dipiting," kata Alex, kemarin.

Percekcokan kemudian berujung pengeroyokan terhadap korban. Hasil penyelidikan mengungkap para pelaku memang sengaja melemparkan korban dari lantai dua gedung tersebut.

"Temannya berupaya bantu untuk lepas. Setelah berupaya bantu tapi korban bersikeras untuk membawa A ini, makanya ada serangan ke korban berupa pemukulan, di situ terjadi pengeroyokan. Kemudian dia memecahkan kaca kemudian dia mendorong korban hingga terjatuh," ujarnya.

Alex menambahkan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma. Namun, korban dinyatakan meninggal bumi setelah empat hari dirawat.

"Korban menderita koma 4 hari dan kemudian korban dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Pelaku Utama dan 4 Lainnya Masih Diburu

Polisi saat ini tetap terus melakukan pengejaran terhadap 5 pelaku lain nan tetap buron. Termasuk, pelaku utama nan sempat menakut-nakuti rekan-rekannya agar tidak memberitahukan keberadaannya.

"Pelaku sempat menginformasikan ke teman-temannya 'jangan sampai ada nan bocorkan saya ada di mana, jika tidak, saya cari kalian' jadi ada pengancaman verbal," kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, saat dihubungi, Jumat (12/6).

Dalam kasus pengeroyokan ini, polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku. Saat ini polisi telah mengidentifikasi lima pelaku lainnya, termasuk pelaku utama nan melempar korban dari atas lantai 2.

"Lima pelaku lainnya sudah diidentifikasi, termasuk pelaku utama nan mendorong korban hingga jatuh dari lantai 2, ada dua nama informasinya. Saat ini tetap kami kejar, tapi kami butuh waktu untuk menangkap," ujarnya.

(mea/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News