Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT

Pilu seorang ibu gugat OpenAI usai kematian putrinya dikaitkan ChatGPT (Foto: Aljazeera)

KANADA - Alice Carrier baru-baru ini mulai bermain gitar lagi, kegemaran nan dia nikmati saat SMA tetapi sempat ditinggalkan selama kuliah. Itu adalah salah satu dari beberapa aktivitas nan dia lakukan untuk mengisi waktu luangnya sembari melamar pekerjaan baru, menghabiskan waktu berbareng anjingnya, dan menikmati beragam aktivitas, termasuk bermain game.

Dari luar, menurut ibunya, Kristie Carrier, semuanya tampak melangkah baik. Alice bekerja sebagai developer web di Montreal, Kanada, mewujudkan mimpi nan telah dia pendam sejak mini di kota mini Lawrence, New Brunswick.

“Segalanya melangkah ke arah nan baik, dan keadaannya tampaknya membaik,” kata Carrier melansir Al Jazeera, Sabtu (13/6/2026).

Namun nan tidak diketahui Carrier adalah sungguh beratnya perjuangan putrinya dalam diam. Pada 2023, dia mulai menggunakan ChatGPT untuk membantu mengidentifikasi masalah pada komputer dan konsol game, tetapi perihal itu dengan sigap berubah menjadi lebih dari sekadar tempat curhat di tengah emosi kesepian, isolasi, dan tidak dicintai.

Alice bergumul dengan kesehatan mentalnya. Meskipun dia mengonsumsi obat dan menjalani terapi secara teratur, menurut ibunya, selama berbulan-bulan dia curhat kepada chatbot. Dia berbagi pikiran tentang bunuh diri dan mencari langkah untuk melakukannya, nan menurut gugatan baru nan diajukan pada Kamis di pengadilan California, terjadi lebih dari 40 kali.

Pada 2 Juli 2025, Alice mengakhiri hidupnya sendiri. Ia berumur 24 tahun. Hanya beberapa jam sebelumnya, dia berganti pesan singkat dengan ibunya tentang animasi nan ditontonnya saat tetap kecil.

“Saya mengiriminya pesan singkat malam sebelumnya dan menelepon, tetapi tidak ada jawaban. Dia membalas pesan saya, dan tidak ada indikasi bahwa ada sesuatu nan salah,” kata Carrier.

Saat mencari jawaban, Carrier menelusuri perangkat Alice, termasuk percakapan ChatGPT-nya, di mana dia berbagi pikiran untuk bunuh diri beberapa bulan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Carrier sedang mencari keadilan. Pada hari Kamis, Tech Justice Law, Social Media Victims Law Center, dan firma norma Susman Godfrey mengusulkan gugatan terhadap OpenAI, kreator ChatGPT, dan CEO-nya, Sam Altman.

Pengacara Carrier mengatakan bahwa gugatan kematian tidak wajar ini adalah salah satu dari 19 gugatan nan saat ini dihadapi OpenAI.

Gugatan setebal 44 laman itu menuduh bahwa meskipun ada tanda-tanda peringatan, tim keamanan OpenAI tidak melakukan intervensi. Gugatan tersebut menyatakan bahwa perusahaan tidak memberi tahu keluarganya alias saluran support krisis.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com