Toyota Starlet tak mendapat satu bintang pun pada hasil pengetesan tabrak NCAP (New Car Assessment Program) Global untuk pasar Afrika. Model ini adalah produk serupa dengan Suzuki Baleno hatchback nan dijual di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Lewat laman resmi asosiasi, Toyota Starlet belum layak mendapat predikat bintang lantaran hasil jelek untuk aspek perlindungan penumpang dewasa alias adult occupant protection. Penyebab utama ada pada struktur nan tak bisa menahan tumbukan hebat.
Setelah coba ditabrak dalam laboratorium, hasil memperlihatkan bahwa area ruang kaki hingga cangkang bodi dari Starlet dinyatakan tidak stabil setelah mengalami tabrakan frontal. Bahkan, struktur tersebut dikatakan tidak bisa menahan beban tumbukan nan lebih tinggi dari standar pengetesan minimum.
Alhasil, akibat cedera fatal bagi pengemudi dan penumpang di baris depan menjadi sangat tinggi. "Ini adalah hasil nol bintang nan sangat mengejutkan dari Toyota," ujar Chief Executive Officer (CEO) Global NCAP, Richard Woods.
Ia menambahkan bahwa Starlet merupakan salah satu mobil paling terkenal nan dijual di Afrika Selatan. Oleh lantaran itu, kondisi struktur nan tidak stabil serta perlindungan area kepala dan dada nan jelek memicu kekhawatiran nan sangat serius bagi keselamatan jalan raya.
Kondisi kabin saat simulasi tabrakan samping juga memperparah rapor merah si kembaran Baleno ini. Baik perlindungan terhadap kepala maupun dada penumpang dewasa dikategorikan dalam level 'buruk' (poor), sementara perlindungan area perut hanya masuk level 'cukup' (adequate).
Toyota Starlet untuk pasar Afrika tidak dilengkapi kantung udara samping (curtain airbags), berbeda dengan model nan sama alias Suzuki Baleno untuk pasar negara-negara lainnya. Makanya, pengetesan tabrak tiang (side pole test) dari samping kudu dilewatkan.
Ketidakamanan ini rupanya juga berakibat langsung pada keselamatan anak-anak di baris belakang. Meskipun secara umum perlindungan anak meraih tiga bintang, kepala manekin balita berumur tiga tahun tercatat membentur bagian interior mobil saat tabrakan frontal terjadi.
Merespons temuan tersebut, kalangan pengamat otomotif dan perlindungan konsumen di Afrika Selatan langsung melayangkan kritik tajam. Mereka menyayangkan absennya fitur keselamatan esensial pada kendaraan massal nan mempunyai nomor penjualan sangat tinggi.
"Performa jelek dalam pengetesan GNCAP ini berfaedah para pemilik Starlet tetap menghadapi akibat cedera serius jika terjadi kecelakaan," timpal Chief Executive Officer (CEO) Automobile Association of South Africa, Bobby Ramagwede.
Bobby juga menegaskan bahwa perlengkapan keselamatan standar tinggi tidak boleh menjadi opsi tambahan alias hanya disediakan untuk pasar di luar benua Afrika. Menurutnya, produsen otomotif dunia tidak sepatutnya berlindung di kembali lemahnya izin norma keselamatan kendaraan setempat.
Meski begitu, Toyota kabarnya bergerak sigap dengan melakukan penyegaran produk di pasar Afrika Selatan selama proses pengetesan berjalan. Model Starlet teranyar sekarang telah dipasarkan dengan tambahan fitur keselamatan standar nan lebih mumpuni, termasuk kantung udara di samping.
Pihak Global NCAP sendiri mengapresiasi langkah perbaikan perangkat keselamatan nan diinisiasi oleh pabrikan asal Jepang tersebut. Lembaga independen ini juga mengkonfirmasi telah membeli unit Starlet jenis terbaru secara anonim di pasar untuk segera diuji kembali dalam waktu dekat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·