Tol Baru 80 Km Mau Dibangun di Sumatera, Telan Investasi Rp 26 T

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemerintah berencana membangun ruas tol baru di Sumatera Selatan untuk mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek tol ini diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp 26 triliun.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, kehadiran proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas logistik di Sumatera Selatan. Proyek tol dan proyek pelabuhan Tanjung Carat ditargetkan mulai bangunan tahun ini.

Ia menjelaskan ruas tol baru itu bakal tersambung dengan backbone Tol Trans Sumatera nan sudah beroperasi. Nantinya dari pintu Tol Betung bakal dibangun tol baru menuju Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini dari kelak backbone Tol Sumatera itu rencananya di pintu Tol Betung, itu bakal ada interline lagi tol nan menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer. Dan juga nan existing sekarang itu nan Palembang-Prabumulih bakal kita sorong lagi sekitar 37 kilometer sampai kepada Muara Enim," kata Todotua dalam konvensi pers Penandatangan MoU Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Rabu (13/5/2026).

"Kenapa? Ini juga kita sorong sehingga dia lebih mendekatkan kepada potensi sumber daya alam nan ada di sana. Kalau mengenai total angkanya kurang lebih sekitar Rp 26 triliun untuk pembangunan tol ini sendiri," sambung Todotua.

Menurut Todotua, proyek tol dan pembangunan pelabuhan ini bakal menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantu proses pengadaan lahan, sementara untuk bangunan jalan tol bakal dikerjakan Hutama Karya (HK).

"Jadi kelak itu Kementerian PU bisa men-support dalam rangka setidaknya mengenai lahan. Sisanya konstruksinya dari HK dan pendanaannya itu kelak kita juga minta support dari Danantara. Karena kita sih pemikirannya jika boleh kita bisa mengkonsolidasikan saja kekuatan perbankan nasional," ujarnya.

Todotua menilai proyek ini bakal memberikan akibat ekonomi besar bagi Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya seperti Jambi. Keberadaan tol dan pelabuhan baru diyakini dapat meningkatkan volume pengedaran beragam komoditas unggulan.

Beberapa komoditas nan diproyeksikan terdorong antara lain batu bara, kopi, karet hingga sawit. Salah satu BUMN nan bakal memanfaatkan prasarana tersebut adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Menurutnya selama ini kenaikan volume pengedaran komoditas tetap terkendala jalur logistik. Dengan adanya tol dan pelabuhan baru, biaya logistik diharapkan turun sehingga daya saing komoditas Sumatera Selatan meningkat.

"Salah satunya di sini nan ikut tanda tangan itu adalah Bukit Asam, di mana memang saat ini jika kita lihat dalam beberapa tahun itu BUMN Bukit Asam itu volumenya itu memang relatif susah untuk naik lantaran memang alur keluarnya ini nan memang cukup menjadi tantangan. Harapannya ini dengan adanya tol ini maka pertama volumenya bakal naik," sebutnya.

Dalam proyek ini, Hutama Karya bakal menjadi pengelola pembangunan jalan tol, sementara Pelindo disiapkan menjadi operator pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.

"Pembagian tugas tentunya jika di tol ini kelak nan bakal dari frontiernya adalah Hutama Karya, kemudian di pelabuhan itu adalah Pelindo, kemudian BUMN-BUMN ini adalah salah satu BUMN kelak nan bakal menjadi tenant alias sebagai pengguna daripada jasa tol maupun pelabuhan," tutup Todotua.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance