Menengok Produksi Garam Tradisional Palungan Desa Les Bali

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Buleleng -

Produksi garam tradisional hingga sekarang tetap bertahan. Salah satunya di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Lokasi ladang garam Desa Les terhampar di pesisir pantai, dan proses produksinya mengandalkan air laut murni dan teriknya sinar matahari.

Garam hasil produksi Desa Les, nan merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra, terkenal dengan julukan garam palungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip keterangan dalam situs resmi Desa Les, pembuatan garam palungan diawali dengan mengambil air laut dan disiram merata pada petak-petak tanah nan telah disediakan, untuk proses penguapan.

Tahap selanjutnya, penyaringan dalam wadah berbentuk kerucut alias kukusan. Kukusan diletakkan di atas batang kelapa kelapa nan dibentuk menyerupai palung alias perahu.

Produksi garam palungan Desa Les di Buleleng BaliProduksi garam palungan Desa Les di Buleleng Bali Foto: Hans Henricus BS Aron/detikcom

Terakhir, proses penjemuran hingga air hasil penyaringan mengkristal menjadi garam.

"Proses produksi sangat mengandalkan sinar matahari. Sekali panen bisa menghasilkan kurang lebih 25 kilogram," ujar Penggerak alias Local Champion Desa Sejahtera Astra Les, Nyoman Nadiana, di Desa Les, Buleleng, Jumat (5/6/2026).

Penggerak alias Local Champion Desa Sejahtera Astra Les, Nyoman NadianaPenggerak alias Local Champion Desa Sejahtera Astra Les, Nyoman Nadiana Foto: Hans Henricus BS Aron/detikcom

Pemasaran garam hasil produksi para petani Desa Les juga dibantu BUMDes. Garam dipasok ke BUMDes Les, dan selanjutnya dipasarkan dalam bungkusan menarik.

Nyoman Nadiana, berambisi kehadiran Astra lewat Desa Sejahtera Astra bisa membantu mendorong sekaligus meningkatkan pemasaran garam tradisional hasil produksi petani Desa Les.

"Astra membantu membuka jalan untuk pemasaran garam Desa Les, dan diharapkan ke depannya bisa semakin meningkat," tutur laki-laki nan biasa disapa Don Dare ini.

(hns/ang)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance