Jakarta, CNN Indonesia --
TNI Angkatan Darat mengungkap penyebab kejadian ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat pada saat proses peresmian.
"Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan nan secara bersama-sama memengaruhi keahlian struktur, termasuk kondisi pembebanan nan melampaui kapabilitas penggunaan jembatan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses investigasi tersebut dilakukan terhadap beragam bagian bangunan dan sistem pendukung jembatan. Dalam investasi itu, tim menemukan sejumlah kondisi teknis, antara lain pengait block anchor nan mengalami patah, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon.
Kemudian, pada saat kejadian, jembatan menerima beban secara berbarengan dari sekitar 50 orang, nan berasas hasil kajian menjadi salah satu aspek nan memengaruhi keahlian struktur.
Donny menyebut Jembatan Gantung Garuda merupakan jenis jembatan perintis nan dibangun sebagai solusi akses masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis nan menyulitkan bagi pembangunan jembatan beton.
"Jembatan perintis mempunyai pemisah keahlian alias kapabilitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi perihal nan sangat krusial untuk diperhatikan dalam penggunaannya. Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai pemisah jumlah orang nan dapat berada di atas jembatan," tutur dia.
TNI AD juga telah melakukan peningkatan terhadap sistem sling pada jembatan-jembatan perintis nan dibangun, termasuk peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Kendati demikian, seluruh sistem jembatan tetap kudu digunakan sesuai kapabilitas dan ketentuan nan telah ditetapkan.
"Kami tidak mau menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran krusial bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan betul-betul dipahami dan dipatuhi," ucap Donny.
Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI AD bakal melakukan penanganan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian nan berangkaian dengan sistem struktur jembatan.
Kata Donny, pertimbangan juga bakal mencakup konfigurasi, keseimbangan, pengedaran beban, serta penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya.
Donny menyebut sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat, jembatan bakal terlebih dulu menjalani pemeriksaan dan pengetesan teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan kepantasan penggunaannya.
"Hasil investigasi ini bakal menjadi bahan pertimbangan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pembangunan jembatan ke depan, sehingga prasarana nan dibangun betul-betul dapat memberikan faedah secara optimal, aman, dan berkepanjangan bagi masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, jembatan gantung Pongpet nan ada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, runtuh saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim serta sejumlah pejabat meresmikan jembatan tersebut, Minggu (30/8).
Dalam video tersebut terlihat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berbareng Dandim 0625 Pangandaran dan sejumlah pejabat lainnya berada di atas jembatan.
Tiba-tiba, bagian jembatan mengalami kerusakan hingga membikin sejumlah orang nan berada di atasnya terjatuh. Beruntung, seluruh rombongan selamat.
Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penjabat nan datang pun dinyatakan selamat dalam kejadian tersebut.
"Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap kondusif serta kondusif," ujar Dimas, Senin (31/8).
(ugo/dis)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·