13 Dampak Negatif Sering Tidur di Lantai

Sedang Trending 36 menit yang lalu
13 Dampak Negatif Sering Tidur di Lantai Berikut Dampak Negatif Sering Tidur di Lantai(magnifik)

TIDUR di lantai adalah aktivitas beristirahat alias tidur dengan menggunakan permukaan lantai sebagai tempat berbaring, biasanya dengan alias tanpa dasar seperti tikar, kasur tipis, selimut, alias matras.

Kebiasaan ini dapat dilakukan lantaran keterbatasan tempat tidur, kenyamanan pribadi, alias kondisi tertentu.

1. Menyebabkan nyeri punggung

Permukaan lantai nan keras dapat memberikan tekanan pada bagian tubuh tertentu sehingga punggung terasa pegal alias nyeri setelah bangun.

2. Membuat leher kaku

Posisi tidur nan tidak tepat tanpa support bantal nan sesuai dapat membikin leher berada dalam posisi kurang nyaman.

3. Menimbulkan nyeri pada bahu dan pinggul

Lantai nan keras memberikan tekanan lebih besar pada bagian tubuh nan menjadi tumpuan saat tidur, terutama bahu dan pinggul.

4. Membuat tubuh terasa pegal

Posisi tidur nan kurang nyaman dapat menyebabkan otot terasa kaku alias pegal ketika bangun.

5. Membuat tubuh lebih mudah kedinginan

Lantai, terutama lantai keramik, dapat terasa lebih dingin dibandingkan tempat tidur sehingga tubuh lebih mudah merasa tidak nyaman.

6. Memperburuk alergi pada sebagian orang

Debu dan partikel nan menumpuk di lantai dapat lebih mudah terhirup ketika seseorang tidur dekat permukaan lantai.

7. Meningkatkan paparan debu dan kotoran

Lantai nan tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, rambut, dan beragam partikel lainnya.

8. Dapat mengganggu kenyamanan tidur

Permukaan nan terlalu keras alias dingin dapat membikin seseorang lebih sering mengubah posisi tidur sehingga kualitas rehat terganggu.

9. Menyebabkan kulit terasa tidak nyaman

Kontak langsung dengan permukaan lantai nan berdebu alias kotor dapat menyebabkan iritasi pada kulit pada sebagian orang.

10. Meningkatkan akibat terkena serangga

Tidur dekat lantai dapat membikin seseorang lebih dekat dengan serangga nan berada alias bergerak di permukaan lantai.

11. Membuat susah bangun bagi sebagian orang

Beranjak dari posisi tidur di lantai dapat terasa lebih sulit, khususnya jika seseorang kudu bangun dari posisi nan sangat rendah.

12. Dapat memperburuk keluhan sendi tertentu

Pada orang nan sudah mempunyai keluhan pada sendi, permukaan keras dan posisi tidur tertentu dapat membikin rasa tidak nyaman lebih terasa.

13. Berpotensi mengganggu kualitas istirahat

Jika tidur di lantai membikin tubuh kedinginan, pegal, alias tidak nyaman, kualitas tidur dapat ikut menurun dan tubuh terasa kurang segar keesokan harinya.

Tidur di lantai tidak otomatis berakibat buruk. Jika mau melakukannya, gunakan dasar nan bersih dan cukup nyaman, serta pastikan posisi kepala, leher, dan tubuh tetap tersangga dengan baik. (Z-4)

Sumber: alodokter, hellosehat

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia