Seorang wanita berinisial S (46) ditemukan terkapar dalam kondisi tak sadarkan diri di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Kamis (11/6) malam. Di taman tersebut, didapati adanya kamera pengawas namun rupanya tidak berfungsi.
Berdasarkan pantauan kumparan di letak pada Sabtu (13/6) siang, terlihat cukup ramai penduduk sedang duduk lesehan di area Taman Kaulinan. Beberapa anak nampak berlalu-lalang dan bermain perosotan nan terletak di bagian utara taman.
Di antara mereka, ada beberapa pedagang nan berdagang makanan alias minuman hingga mainan anak-anak. Di sisi barat taman, ada rumah pohon nan terdapat satu kamera CCTV di area kanopinya dengan menyorot ke area taman.
Namun, kamera tersebut mati. Hal tersebut dibenarkan oleh park ranger di lokasi.
“Iya, ini kondisi mati,” ujar Denis (28), salah satu park ranger saat ditemui di lokasi.
Denis tidak mengetahui pasti sejak kapan CCTV tersebut terpasang dan juga mati. Hal itu lantaran setiap dua bulan sekali, park ranger kudu menjaga taman nan berbeda di Kota Bogor.
“Soalnya kan kita per dua bulan sekali tuh di-rolling. Jadi kita nggak tahu pas kita di-rolling tuh di Sempur tuh ada apa, ada apa nan diperbaharui apa-apanya,” tutur Denis.
Sementara itu, mengenai adanya kasus wanita nan terkapar di lokasi, Denis mengaku tak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut. Ia mengetahuinya dari info nan beredar.
“Dengar buletin dari kawan-kawan terus lihat juga di media kan, ada kejadian entah hipnotis entah apa gitu. Kalau lihat kejadiannya, kebetulan saya-nya lagi off,” ucap Denis.
“Kurang tahu juga (terkapar) di sebelah mana, di sebelah mana-nya,” imbuhnya.
Belum Pernah Ada Kriminalitas
Meski begitu, Denis mengungkapkan kejahatan di area taman tersebut belum pernah ada sebelumnya. Katanya, kejahatan pernah terjadi di area luar taman tepatnya bagian trotoar.
“Bukan di taman ini. Paling banyak sih di area trotoar (jalan) SSA (Sistem Satu Arah) nan ini. Jadi korbannya tuh antara tetap jika dilihat SMP gitu, anak mini gitu ya, nan tetap bisa dikelabui lah,” jelasnya.
Denis pun menjelaskan keramaian nan terlihat di Taman Kaulinan memang sering terjadi pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIB. Namun setelah itu, relatif sunyi dan kembali ramai pada sore hari oleh penduduk nan berolahraga.
“Kecuali hari Sabtu-Minggu tuh weekend, ya ramenya mungkin (sampai) jam 11-an juga udah sunyi lagi, kelak rame-rame lagi sore gitu,” katanya.
Taman ini beraksi hingga pukul 22.00 WIB nan ditandai dengan petugas mulai menutup pintu akses terowongan dari trotoar jalan menuju ke area taman. Meski demikian, petugas berjaga selama 24 jam.
“Kalau penjagaan 24 jam dibagi dua shift. Dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam kelak naik lagi jam 8 malam sampai jam 8 pagi,” ungkap Denis.
“Pengawasannya ya kita paling antara dua jam sekali ya, dua jam sekali itu muter monitoring,” sambungnya.
Kata Denis, sebelum taman tutup pada pukul 22.00 WIB, kerap kali tetap ada nan berkumpul di area taman. Namun jumlahnya tidak banyak.
“Ya paling nan nongkrongnya tetap kehitung lah,” tandasnya.
Sebelumnya, S ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh ranger park di letak pada Kamis pukul 20.00 WIB. Kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, korban diketahui dibius oleh laki-laki nan dikenalnya dari media sosial.
"Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang nan dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger," kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak family dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.
Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan duit tunai sekitar Rp 200 ribu. Polisi pun tetap melakukan pendalaman mengenai dugaan kasus tersebut.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·