Iran Siap Arahkan "Serangan" Baru ke Eropa, Ini Targetnya

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan mempertimbangkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika perang dengan Washington kembali meningkat. Di saat nan sama, Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan sementara seluruh aktivitas perdagangan dan transaksi finansial dengan Teheran.

Financial Times (FT), mengutip dua sumber nan disebut mengetahui situasi di dalam rezim Iran, melaporkan bahwa aset militer AS di Bulgaria dan Siprus masuk dalam daftar sasaran potensial. Namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Potensi serangan itu muncul ketika perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan. Presiden AS Donald Trump apalagi mengatakan Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan belum mempunyai rencana untuk kembali bernegosiasi.

Sementara itu, UEA pada Rabu (19/8/2026) menyatakan menghentikan sementara seluruh "perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan" dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Pertahanan UEA mendeteksi dua rudal balistik nan diluncurkan dari Iran menuju perairan wilayah UEA sehari sebelumnya.

Perselisihan lain nan menjadi sorotan adalah status Selat Hormuz. Trump berulang kali menyatakan jalur pelayaran vital itu terbuka dan berada di bawah kendali AS, tetapi lampau lintas kapal nan melintasi selat tersebut tetap sangat rendah.

Situasi semakin tegang setelah sebuah kapal kargo nan melintasi Selat Hormuz diserang pada awal pekan ini dan menewaskan satu orang. Seorang ahli bicara militer Iran nan dikutip Fox News memperingatkan kapal nan mencoba melewati selat tersebut bakal "mendapati beberapa lubang bagus pada lambung kapal mereka."

Trump juga meningkatkan tekanan terhadap negara-negara di kawasan. Pada Senin, dia menakut-nakuti bakal "membombardir habis-habisan" Oman jika negara Teluk tersebut dianggap menghalang tujuan AS di Timur Tengah.

Selain itu, Trump memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan latihan militer campuran dengan Korea Selatan. Trump menuding Seoul tidak memberikan support nan cukup dalam operasi militer AS di Iran dan menyoroti hubungan baik Korea Selatan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News