Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |18:21 WIB

MotionTrade (Foto: Okezone)
JAKARTA - Dalam investasi waran terstruktur, ada satu konsep dasar nan sering muncul dan sebaiknya dipahami sejak awal, ialah moneyness. Konsep ini digunakan untuk memandang posisi nilai saham underlying terhadap nilai penyelenggaraan waran terstruktur. Secara umum, moneyness terbagi menjadi tiga kondisi, ialah In The Money (ITM), At The Money (ATM), dan Out of the Money (OTM).
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan bahwa pemahaman nan mendalam terhadap instrumen investasi seperti waran terstruktur menjadi perihal krusial bagi penanammodal dalam menentukan strategi investasi nan sesuai.
“Waran terstruktur mempunyai karakter nan berbeda dengan instrumen investasi lainnya. Oleh lantaran itu, penanammodal perlu memahami sistem serta faktor-faktor nan memengaruhi pergerakan harganya sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Luqman.
MotionTrade merangkum perbedaan ITM, ATM, dan OTM untuk membantu penanammodal memahami karakter waran terstruktur, yaitu:
1. In The Money (ITM)
Pergerakan nilai waran terstruktur ITM condong lebih sensitif terhadap pergerakan nilai underlying-nya. Waran terstruktur jenis call disebut In The Money ketika nilai underlying lebih besar dari nilai pelaksanaan. Waran terstruktur jenis put disebut In The Money ketika nilai underlying lebih mini dari nilai pelaksanaan.
2. At The Money (ATM)
Waran Terstruktur disebut At The Money ketika nilai underlying sama dengan nilai pelaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai underlying berada tepat pada level nilai pelaksanaan. Kondisi ini bertindak untuk waran terstruktur call dan put.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·